Ahad 05 Apr 2026 14:58 WIB

Whoosh Berhenti di Kopo, KCIC Jamin Keamanan Operasional Kereta Cepat Saat Cuaca Ekstrem

Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal tanpa keterlambatan signifikan.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Israr Itah
Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran hingga hari ini, penjualan tiket Whoosh telah mencapai lebih dari 100 ribu. Khusus hari ini, volume penjualan tercatat sekitar 14 ribu tiket dan masih berpotensi bertambah hingga keberangkatan terakhir. Sejumlah pemudik mengakui Whoosh membuat perjalanan lebih cepat dan efisien.
Foto: Republika/Prayogi
Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran hingga hari ini, penjualan tiket Whoosh telah mencapai lebih dari 100 ribu. Khusus hari ini, volume penjualan tercatat sekitar 14 ribu tiket dan masih berpotensi bertambah hingga keberangkatan terakhir. Sejumlah pemudik mengakui Whoosh membuat perjalanan lebih cepat dan efisien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT KCIC menanggapi beredarnya konten video yang memperlihatkan kereta Whoosh berhenti di sekitar wilayah Kopo. Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim sempat dihentikan di KM 126+383 sekitar wilayah Kopo pada Jumat, 3 April pukul 16.45 WIB.

"Ini untuk memastikan keselamatan perjalanan akibat adanya penanganan benda asing berupa seng yang masuk ke jalur karena cuaca ekstrem," ujar Eva dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (5/4/2026).

Baca Juga

Sebelumnya, kataEva, sistem sensor telah mendeteksi keberadaan benda tersebut sehingga dapat diantisipasi dan tidak membahayakan perjalanan. Eva menyampaikan penanganan selesai pada pukul 16.48 WIB dan pada pukul 16.49 WIB kereta kembali melanjutkan perjalanan.

"Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal tanpa keterlambatan signifikan," lanjut Eva.

Eva mengatakan Kota Bandung dan sekitarnya dilanda hujan deras disertai angin kencang dan petir pada 3 April 2026 yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan fasilitas di sejumlah ruas jalan utama. Ia menyebut kndisi cuaca ekstrem tersebut memungkinkan benda ringan seperti seng terbawa angin dan masuk ke jalur.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement