Kamis 02 Apr 2026 22:39 WIB

RI Inisiasi Asosiasi Produsen Pupuk Asia Tenggara

SEAFA diharapkan menjadi solusi karena berkurangnya pasokan pupuk akibat konflik.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi mendukung komitmen global dalam Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk mengurangi emisi karbon dunia atau 28th Conference of Parties (COP28).
Foto: Pupuk Indonesia
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi mendukung komitmen global dalam Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk mengurangi emisi karbon dunia atau 28th Conference of Parties (COP28).

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA — PT Pupuk Indonesia  bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara atau Southeast Asia Fertilizer Association (SEAFA).

Asosiasi yang resmi dideklarasikan dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference pada Rabu (1/4/2026), bertujuan mendorong kerja sama antar produsen pupuk di ASEAN untuk menjaga ketahanan pangan kawasan, sekaligus memperkuat peran industri pupuk Asia Tenggara di tingkat global. 

Baca Juga

“Kami yang ajak lebih dulu, kami berbicara dengan Brunei dan Malaysia kemudian sepakat,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi di sela Konferensi Pupuk Asia 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (1/3/2026).

Deklarasi pembentukan asosiasi itu ditandai dengan penandatanganan oleh Rahmad bersama Dirut Industri Pupuk Brunei (BFI) Harri Kiiski dan perwakilan dari Petronas Chemicals Group Berhad Bahrin bin Asmawi. 

Penandatanganan pembentukan asosiasi itu dilakukan dihadapan sekitar 200 peserta forum pupuk Asia dari 30 negara.“Ini adalah berbagi tanggung jawab, tidak bisa satu perusahaan saja ketika berbicara keamanan pangan, tapi regional dan global,”kata Rahmad.

Rahmad mengungkapkan, jumlah negara pendiri asosiasi tersebut berpotensi bertambah.

photo
Pupuk bersubsidi (ilustrasi) - (ANTARA)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement