Senin 30 Mar 2026 09:49 WIB

PPI Ikut Distribusikan 100 Ribu Paket Pangan dalam Bazar Istana di Monas

Kegiatan ini melibatkan holding BUMN pangan ID Food dan Bulog.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
Petugas melayani warga yang mengambil paket sembako pada Pasar Murah untuk Rakyat di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). Pemerintah menyediakan 100.000 kupon belanja sembako dan barang gratis senilai Rp500.000 serta 300.000 porsi makanan gratis yang disajikan oleh sekitar 800 pedagang kaki lima untuk masyarakat pada acara tersebut.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Petugas melayani warga yang mengambil paket sembako pada Pasar Murah untuk Rakyat di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). Pemerintah menyediakan 100.000 kupon belanja sembako dan barang gratis senilai Rp500.000 serta 300.000 porsi makanan gratis yang disajikan oleh sekitar 800 pedagang kaki lima untuk masyarakat pada acara tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Anggota holding BUMN pangan ID Food, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), berpartisipasi dalam pendistribusian 100 ribu paket pangan dalam program “Bazar dari Istana untuk Rakyat” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/3/2026). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga akses pangan masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Kegiatan tersebut melibatkan holding BUMN pangan ID Food bersama Bulog dalam memastikan distribusi berjalan lancar selama acara. Direktur Utama PPI Wahyu Sakti mengatakan, perusahaan mendapat penugasan menyiapkan dan mendistribusikan paket pangan bagi warga Jakarta.

Baca Juga

“Dalam kolaborasi skala besar ini, PPI bersama ID Food dan BULOG dipercaya untuk menyiapkan dan memastikan kelancaran distribusi komoditas 100 ribu paket pangan untuk masyarakat Jakarta yang membutuhkan,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).

Wahyu menjelaskan, paket yang disalurkan mencakup telur ayam sebanyak 15 butir per paket, serta bahan pokok lain seperti beras, sarden, gula, minyak goreng, dan ayam karkas. Program ini menargetkan masyarakat yang membutuhkan dengan skema pembagian langsung di lokasi kegiatan.

“Keterlibatan perusahaan dalam agenda kepresidenan ini merupakan wujud nyata dari peran PPI sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan kehadiran PPI dalam program tersebut bukan hanya menjalankan distribusi logistik, tetapi juga memperkuat peran perusahaan dalam mendukung stabilitas pangan nasional.

PPI, kata Wahyu, akan terus bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjalankan program strategis yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement