Jumat 27 Mar 2026 18:12 WIB

Kapan Kapal Tanker Pertamina Bisa Melintasi Selat Hormuz? Ini Penjelasan Bahlil

Komunikasi intensif dengan Iran terus dilakukan demi keselamatan kapal.

Kapal tanker Pertamina Gamsunoro berada di Tuzla, Istanbul, Turki, Kamis (24/10/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Kapal tanker Pertamina Gamsunoro berada di Tuzla, Istanbul, Turki, Kamis (24/10/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi secara intensif dengan pemerintah Iran untuk mengupayakan dua kapal tanker Pertamina keluar dari Selat Hormuz. Sementara itu, negara lain seperti Malaysia kini sudah mendapatkan lampu hijau agar kapalnya bisa melintasi selat tersebut.

“Memang tidak mudah bagi kita untuk melakukan upaya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Namun, komunikasi terus kita bangun,” kata Bahlil saat dijumpai di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga

PT Pertamina (Persero) sebelumnya telah memastikan keselamatan awak kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz, di tengah ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, pada Rabu (4/3/2026), Bahlil juga memastikan bahwa terjebaknya dua kapal tersebut di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia karena Indonesia segera mencari alternatif energi di Amerika Serikat.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, pada Selasa (3/3/2026) mengatakan, total terdapat empat kapal terkait, namun dua kapal lainnya berada di luar Selat Hormuz. Baron menyebutkan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah saat ini sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah ke Indonesia.

Menurut dia, Pertamina telah menyiapkan skema distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun darurat guna menjaga ketahanan energi nasional.

photo
Kapal VLCC (Very Large Crude Carrier) berkapasitas dua juta barel "PERTAMINA PRIME". - (Pertamina)

Terpisah, pada Jumat (27/3), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia agar dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.

Menurut Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.

Menyusul respons positif dari Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberikan waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl, Jumat (27/3/2026).

Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberikan waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement