REPUBLIKA.CO.ID, MERAK — Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyampaikan penerapan sistem single ticketing membuat penumpang di Pelabuhan Merak tidak lagi dapat memilih kapal selama arus mudik Lebaran. Kebijakan ini diterapkan untuk mempercepat distribusi kendaraan dan menghindari penumpukan di dermaga.
ASDP mengintegrasikan sistem tersebut dengan pengaturan operasional di lapangan, termasuk distribusi kendaraan ke kapal yang siap beroperasi. Skema ini dijalankan bersamaan dengan pembagian arus kendaraan ke sejumlah pelabuhan penyangga.
“Dengan sistem single ticketing, masyarakat tidak lagi memilih kapal. Kendaraan akan langsung didistribusikan ke kapal yang siap,” kata Heru di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan yang tiba di pelabuhan langsung diarahkan ke dermaga yang tersedia dan kapal yang siap berangkat. Distribusi dilakukan secara merata agar waktu tunggu dapat ditekan dan proses penyeberangan berjalan lebih cepat.
Sistem ini, kata Heru, mendukung kelancaran arus pada malam puncak ketika jumlah kendaraan meningkat signifikan. ASDP mencatat jumlah kendaraan yang telah melakukan reservasi mendekati 13 ribu unit hingga malam hari.
“Sesuai prediksi kami, malam ini merupakan puncak pergerakan masyarakat di Merak,” ujarnya.
Heru menambahkan, kelancaran arus juga ditopang oleh pembagian jenis kendaraan ke tiga pelabuhan. Pelabuhan Merak melayani kendaraan pribadi dan penumpang, Ciwandan untuk roda dua dan sebagian kendaraan barang, serta BBJ untuk kendaraan berat.
Pengaturan ini membuat distribusi kendaraan lebih terarah sejak awal perjalanan. Ruang parkir di kawasan pelabuhan tetap terjaga sehingga tidak terjadi penumpukan berlebih.
“Pembagian kendaraan ke tiga pelabuhan menjadi salah satu kunci kelancaran arus,” tutur Heru.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan kesiapan layanan penyeberangan pada puncak arus mudik. Ia meninjau langsung kondisi di Pelabuhan Merak dan menilai operasional berjalan lancar dengan dukungan tujuh dermaga.
Menurut dia, kondisi antrean di pelabuhan masih dalam batas wajar dan lebih merupakan proses menunggu naik kapal. Koordinasi lintas instansi menjaga kelancaran perjalanan pemudik dari jalan tol hingga pelabuhan.
“Ini bukan antrean, tetapi proses menunggu naik ke kapal,” kata Dudy.
Korlantas Polri memastikan rekayasa lalu lintas di jalur menuju pelabuhan berjalan efektif. Pengaturan dilakukan berdasarkan kondisi arus kendaraan untuk menjaga kelancaran pergerakan.
Seluruh skema ini dirancang untuk memastikan pelayanan penyeberangan tetap optimal pada periode puncak mudik. Pemerintah menargetkan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar hingga arus balik.