Rabu 11 Mar 2026 14:28 WIB

Mudik Lebaran? Ini Cara Aman Meninggalkan Motor Listrik di Rumah

Pengguna motor listrik perlu melakukan beberapa langkah sederhana sebelum mudik.

Pengunjung melihat motor Honda yang dipajang di Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). Pada IMOS 2025 Honda menampilkan jajaran lini sepeda motor dari motor terbaru Honda ADV160 sampai motor listrik yang diharapkan menjadi etalase inovasi sekaligus ruang interaksi dengan konsumen.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Pengunjung melihat motor Honda yang dipajang di Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). Pada IMOS 2025 Honda menampilkan jajaran lini sepeda motor dari motor terbaru Honda ADV160 sampai motor listrik yang diharapkan menjadi etalase inovasi sekaligus ruang interaksi dengan konsumen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menjelang musim mudik Lebaran, banyak masyarakat meninggalkan kendaraan mereka di rumah selama beberapa hari hingga beberapa pekan. Bagi pengguna motor listrik, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kendaraan tetap aman serta berada dalam kondisi optimal saat kembali digunakan setelah liburan.

“Motor listrik memiliki sistem teknologi yang memungkinkan pengguna memantau kondisi kendaraan secara lebih mudah. Dengan beberapa langkah sederhana sebelum bepergian, pengguna dapat memastikan motor tetap aman sekaligus siap digunakan kembali setelah pulang dari mudik,” ujar Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, melalui rilis pers, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga

Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan sebelum meninggalkan motor listrik selama mudik Lebaran sebagaimana dibagikan Polytron:

1. Tidak perlu mematikan MCB jika tidak pergi lebih dari sebulan

Mematikan saklar Mini Circuit Breaker (MCB) umumnya dilakukan ketika motor listrik ditinggalkan dalam waktu yang sangat lama. Namun, jika perjalanan mudik hanya berlangsung sekitar satu hingga dua pekan, pengguna tidak perlu mematikannya.

Dengan sistem tetap aktif, pengguna masih dapat memantau dan melacak posisi terakhir kendaraan melalui sinyal GPS pada aplikasi sehingga memudahkan pengecekan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Secara sederhana, MCB berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus listrik antara baterai dan perangkat kelistrikan lain di motor, seperti dinamo motor listrik. MCB pada motor listrik juga berfungsi sebagai pemutus arus jika terjadi arus pendek atau korsleting.

2. Gunakan standar tengah

Pastikan motor diparkir menggunakan standar tengah agar posisi kendaraan lebih stabil dan aman selama ditinggalkan.

Jika posisi motor stabil dan tegak, hal ini dapat mengurangi risiko motor terjatuh akibat dorongan angin, tersenggol orang, atau pergeseran tanah.

Selain itu, penggunaan standar tengah juga membantu mengurangi tekanan pada salah satu sisi ban dan suspensi yang dapat terjadi jika hanya menggunakan standar samping dalam waktu lama.

Dengan posisi yang lebih seimbang, komponen motor seperti ban, rangka, dan suspensi dapat lebih terjaga sehingga motor listrik tetap dalam kondisi baik ketika akan digunakan kembali setelah mudik.

3. Isi daya sekitar 50 persen dari kapasitas

Sebelum meninggalkan motor dalam waktu beberapa hari hingga beberapa pekan, disarankan untuk mengisi daya baterai sekitar separuh dari kapasitasnya.

Perusahaan motor listrik tersebut menjelaskan kondisi ini membantu menjaga kesehatan baterai selama kendaraan tidak digunakan.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement