Selasa 03 Mar 2026 14:36 WIB

THR ASN dan TNI-Polri Cair 100 Persen, Total Anggaran Rp 55 Triliun

Pemerintah memastikan pencairan penuh bagi 10,5 juta penerima jelang Lebaran.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan tunjangan hari raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, dan pensiunan akan cair 100 persen. (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan tunjangan hari raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, dan pensiunan akan cair 100 persen. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan tunjangan hari raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, dan pensiunan akan cair 100 persen. Anggaran tersebut mencapai Rp 55 triliun atau naik 10 persen dari tahun lalu, yang diberikan kepada 10,5 juta penerima.

Adapun rinciannya, 2,4 juta ASN pusat serta TNI/Polri, 4,3 juta ASN daerah, dan 3,8 juta pensiunan. Nilai anggaran masing-masing sebesar Rp 2,2 triliun, Rp 20,2 triliun, dan Rp 12,7 triliun.

Baca Juga

“THR sudah mulai cair secara bertahap sejak 26 Februari 2026. THR berbeda dengan gaji ke-13 yang baru cair paling cepat Juni nanti,” kata Teddy dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Teddy menekankan agar THR untuk pekerja swasta wajib diberikan secara penuh dan tidak dicicil. THR tersebut harus sudah diberikan kepada pekerja paling lambat H-7 Lebaran. Perusahaan yang melanggar akan dikenai sanksi administratif serta denda 5 persen.

Berdasarkan data peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan kategori penerima upah, jumlah penerima THR swasta mencapai 26,5 juta pekerja dengan total nilai Rp 124 triliun.

Terkait bonus hari raya (BHR) khusus untuk pengemudi ojek online (ojol) dan kurir, pemerintah dan aplikator (GoTo, Grab, Maxim, InDrive) sepakat menyiapkan dana sekitar Rp 220 miliar untuk kurang lebih 850 ribu mitra pengemudi. “Penyaluran didorong lebih cepat, yaitu antara H-14 sampai H-7 Idul Fitri,” ujar Teddy.

Ia menyampaikan pemerintah juga memberikan stimulus berupa bantuan pangan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga, diskon transportasi berupa subsidi sebesar Rp 911,16 miliar, serta kebijakan work from anywhere (WFA) kepada ASN dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 agar mobilitas lebih fleksibel.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement