Selasa 17 Feb 2026 11:56 WIB

Libur Imlek Gerakkan Perputaran Uang Rp9 Triliun, Konsumsi Terdongkrak

Mobilitas tinggi dan belanja rumah tangga jadi motor pertumbuhan.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Pemain barongsai menghibur pengunjung dengan atraksi Aerial Lion Dance di Danau Senayan Park, Jakarta, Ahad (15/2/2026). Atraksi barongsai menari di atas air tersebut berlangsung pada 14-17 Februari 2026 setiap pukul 17.00 dan 19.00 WIB dalam rangka menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pemain barongsai menghibur pengunjung dengan atraksi Aerial Lion Dance di Danau Senayan Park, Jakarta, Ahad (15/2/2026). Atraksi barongsai menari di atas air tersebut berlangsung pada 14-17 Februari 2026 setiap pukul 17.00 dan 19.00 WIB dalam rangka menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Libur Imlek 16–17 Februari bukan hanya soal perayaan keluarga. Momentum dua hari itu diperkirakan menggerakkan perputaran uang lebih dari Rp9 triliun. Belanja rumah tangga, perjalanan wisata, hingga transaksi ritel ikut terdorong.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan lonjakan aktivitas ini berdampak langsung pada konsumsi. “Perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun ini akan menggerek konsumsi rumah tangga yang akan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya kepada Republika, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga

Mobilitas warga pun terlihat tinggi. Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 1,74 juta orang. Kereta api hampir menyentuh satu juta penumpang. Kereta Cepat Whoosh naik 25 persen menjadi sekitar 25 ribu orang. Di jalan tol, sekitar 1,6 juta kendaraan melintas, dengan 831 ribu di antaranya keluar dari Jabodetabek.

Jika satu mobil rata-rata diisi empat orang, pergerakan manusia bisa mencapai 6,4 juta orang. Hotel penuh, pusat wisata ramai, mal dan pusat kuliner ikut kecipratan. Permintaan buah khas Imlek seperti jeruk mandarin, apel, delima, hingga kue keranjang diperkirakan naik sekitar 30 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement