Kamis 12 Feb 2026 10:01 WIB

Bangun 1.000 KNMP pada 2026, KKP Prioritaskan 200 Titik di Papua

Pembangunan berbasis kluster terintegrasi untuk dorong kemandirian nelayan.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memetakan 200 titik calon lokasi Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima provinsi wilayah Papua. (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memetakan 200 titik calon lokasi Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima provinsi wilayah Papua. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memetakan 200 titik calon lokasi Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima provinsi wilayah Papua. Saat ini, sebanyak 184 lokasi telah diusulkan untuk masuk dalam target pembangunan pada 2026.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan provinsi yang menjadi fokus mencakup Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Trenggono mengatakan program ini merupakan bagian dari target besar pembangunan 1.000 lokasi KNMP di seluruh Indonesia pada 2026.

Baca Juga

"Kuncinya nomor satu titik wilayah. Nomor dua adalah lahan lokasi. Lahannya minimal di atas 500 meter persegi, kalau bisa 1.000 meter persegi, kecuali hub bisa lebih luas. Ketiga kita petakan akses untuk jalan," ujar Menteri Trenggono pada rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (11/2/2026) lalu.

Trenggono menegaskan penentuan lokasi pembangunan di Papua berbasis pada aktivitas nelayan dan status lahan yang jelas. Trenggono menyampaikan pembangunan lokasi baru KNMP di Papua akan menggunakan sistem kluster terintegrasi.

"Sistem ini menghubungkan nelayan dengan KNMP penyangga, KNMP hub, sentra kluster, hingga terdistribusi ke pasar yang lebih luas," ucap dia.

Trenggono menyampaikan KKP melibatkan kolaborasi lintas sektor, mencakup pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, hingga jajaran kejaksaan untuk memastikan pengawasan dan keberhasilan program secara menyeluruh.

“Jadi saya kira ini harus bekerja bareng, kerja bersama untuk berhasil menyukseskan KNMP. Harapannya lima tahun lagi tidak ada kampung nelayan kumuh," kata Trenggono.

Trenggono menargetkan rencana pembangunan ini masuk tahap finalisasi pada akhir 2026. Melalui pembangunan KNMP, ia berharap masyarakat Papua mampu mengelola potensi kelautan secara mandiri dan berkelanjutan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement