Jumat 30 Jan 2026 19:30 WIB

Mentan Klaim Stok Beras Aman Jelang Ramadhan

Pemerintah memastikan pasokan beras cukup untuk Imlek dan Ramadhan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Foto: Kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Imlek dan Ramadhan, seiring stok yang tercatat tertinggi sepanjang sejarah. Amran mengatakan stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,3 juta ton, sehingga pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Stok kita aman. Stok beras kita 3,3 juta ton dan tertinggi sepanjang sejarah, jadi aman,” kata Amran usai menghadiri acara Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bogor, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga

Ia menegaskan beras menjadi komoditas utama yang terus dijaga pemerintah karena berpengaruh langsung terhadap inflasi dan daya beli masyarakat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.

Selain menjaga stok beras, Amran menyampaikan pemerintah juga menyiapkan peningkatan produksi sektor peternakan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah.

Menurut dia, implementasi MBG akan mendorong tambahan kebutuhan pangan hewani dalam jumlah besar, terutama telur dan daging ayam, sehingga persiapan produksi harus dilakukan sejak dini.

“Kalau kita ikuti program MBG, kita butuh tambahan telur sekitar 0,7 juta ton dan daging ayam sekitar 1,1 juta ton. Ini harus kita siapkan dari sekarang,” ujarnya.

Ia menjelaskan Kementerian Pertanian bersama kementerian dan lembaga terkait mendorong penguatan sektor hulu peternakan, mulai dari penyediaan pakan, anak ayam umur sehari (day old chick/DOC), hingga dukungan vaksin dan infrastruktur pendukung lainnya.

Penguatan produksi tersebut dinilai penting agar peningkatan permintaan akibat MBG dapat dipenuhi dari dalam negeri tanpa menimbulkan tekanan harga di tingkat konsumen.

Di sisi lain, Amran juga menyinggung kesiapan pasokan beras untuk mendukung kebutuhan Jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, meski belum merinci lebih lanjut skema ekspor maupun kerja sama yang disiapkan.

“Doakan-doakan. Yang jelas berasnya siap,” ucap Amran singkat menanggapi peluang ekspor beras Indonesia dan pengiriman stok kebutuhan Jamaah haji.

Amran menambahkan pemerintah saat ini memprioritaskan penguatan ketahanan pangan nasional sebagai fondasi stabilitas ekonomi, terutama di tengah dinamika global dan cuaca tak menentu yang masih berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan.

Ia menilai keberhasilan menjaga pasokan dan harga pangan tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk peran petani, pelaku usaha, serta dukungan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Menurut dia, pemerintah akan terus memantau perkembangan produksi dan distribusi pangan secara berkala untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap kondisi di lapangan.

“Ketahanan pangan adalah kunci. Kalau pangan aman, negara juga lebih stabil,” tutur dia.

Pemerintah berharap kesiapan stok beras dan penguatan produksi pangan hewani dapat menopang kelancaran pelaksanaan MBG sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional dalam jangka menengah hingga panjang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement