REPUBLIKA.CO.ID,Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol mulai dikerjakan dan ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada Juni 2026.
“Pembangunan diharapkan selesai pada Mei sehingga Juni sudah bisa digunakan untuk aktivitas secara menyeluruh,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama dan groundbreaking pembangunan ekstensi JPO JIS–Ancol di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Ahad (25/1/2026).
JPO tersebut memiliki total panjang 466 meter, terdiri atas jembatan sepanjang 166 meter dan jalur pedestrian sepanjang 300 meter. Lebar jembatan sekitar 6,6 meter dengan tinggi clearance jalan 5,1 meter.
Muka bangunan (fasad) jembatan dirancang melengkung menyerupai JIS, dengan struktur beton bertulang dan baja.
Pramono meyakini hadirnya JPO dengan hak penamaan (naming rights) BTN sehingga menjadi “JPO Bersama BTN” akan menjadi salah satu ikon ibu kota.
Bersamaan dengan pembangunan JPO, saat ini juga dilakukan pembangunan infrastruktur stasiun Commuter Line di kawasan Ancol yang ditargetkan rampung pada April mendatang.
“Sehingga pada Juni, ketika ulang tahun Jakarta, jika kegiatan diadakan di JIS atau Ancol, hal ini akan memudahkan masyarakat dari mana pun untuk bisa hadir,” ujar Pramono.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin mengatakan pembangunan JPO merupakan wujud kolaborasi strategis dari visi besar transformasi Jakarta menuju kota global yang hijau, tangguh, dan inklusif, sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan wisata, olahraga, dan permukiman.
“JPO ini dirancang untuk memecahkan tantangan yang selama ini menjadi isu di kawasan Jakarta International Stadium dan Ancol,” ujarnya.