Rabu 14 Jan 2026 14:46 WIB

Purbaya Buru 40 Perusahaan Baja Besar Pengemplang Pajak 

Purbaya mencurigai ada keterlibatan anak buahnya.

Rep: Eva Rianti/ Red: Satria K Yudha
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Foto: Eva Rianti/Republika
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ada puluhan perusahaan baja yang tidak membayar pajak pertambahan nilai (PPN). Perusahaan-perusahaan pengemplang pajak tersebut di antaranya berasal dari China. Purbaya memastikan akan segera memburu mereka.  

“Baja itu (perusahaan baja pengemplang pajak) yang terdeteksi ada 40 perusahaan besar yang akan kita sidak dalam waktu singkat,” ungkap Purbaya kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). 

Baca Juga

Menurut penuturan Purbaya, puluhan perusahaan yang diklaim tidak membayar pajak tersebut berasal dari luar dan dalam negeri. Tidak hanya dari China, perusahaan lokal asal Indonesia juga ada. “Campur-campur, ada yang China, ada yang Indonesia juga,” ujarnya.  

Dengan terungkapnya perusahaan baja pengemplang pajak tersebut, Purbaya mencurigai adanya keterlibatan anak buahnya dalam kasus tersebut. Ia pun memastikan akan menelisiknya lebih lanjut. 

“Harusnya kalau perusahaan besar gampang melihatnya, berarti orang saya ada yang terlibat. Nanti kita lihat,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement