REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengapresiasi peluncuran program Grab untuk Indonesia: Dukungan untuk Mitra Pengemudi dalam 3 Babak. Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera menilai program tersebut mampu memperkuat kesejahteraan mitra pengemudi sekaligus menjaga keberlanjutan model kemitraan di sektor ekonomi digital.
Dida menyebut Grab sebagai salah satu pionir skema bisnis baru berbasis kemitraan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, kontribusi transportasi online terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai hampir Rp400 triliun atau sekitar dua persen dari PDB Indonesia.
"Hal ini sangat penting dan kontribusinya terhadap PDB sangat besar. Ini luar biasa, hampir Rp400 triliun atau sekitar dua persen dari PDB Indonesia," ujar Dida dalam peluncuran program Grab untuk Indonesia: Dukungan untuk Mitra Pengemudi dalam 3 Babak di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Dida menyampaikan kemitraan antara perusahaan dan mitra pengemudi perlu dijaga keseimbangannya. Perusahaan tetap harus memperoleh profit, namun kesejahteraan mitra dan keluarganya menjadi aspek yang tidak kalah penting.
"Kemitraan ini perlu kita jaga. Perusahaan tentu harus ada sisi profitnya, tapi yang paling penting adalah kesejahteraan para mitra, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya," lanjut Dida.
Dida menilai program tiga babak yang diluncurkan Grab sebagai langkah positif karena melampaui kewajiban regulasi. Dida berharap inisiatif tersebut dapat menjadi model bagi perusahaan lain di sektor ekonomi digital.
"Program tiga babak ini saya pikir merupakan hal positif yang patut kita contoh karena ini beyond compliance. Harapannya bisa menjadi model," ucap dia.