Senin 12 Jan 2026 16:14 WIB

Prabowo Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol pada 2029

Presiden optimistis nasib masyarakat desil 1 dan 2 bisa diubah.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat acara  pemberian penghargaan kepada atlet SEA Games Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan penghargaan berupa bonus kepada atlet SEA Games Thailand 2025 yang berhasil meraih medali untuk Indonesia. Atlet peraih medali emas tunggal menerima bonus sebesar Rp1 miliar, peraih medali perak tunggal Rp315 juta, dan peraih medali perunggu tunggal Rp157 juta. Sementara itu, peraih medali emas beregu menerima bonus Rp500 juta per orang, peraih medali perak beregu Rp220.500.000 per orang, dan peraih medali perunggu beregu Rp110.250.000 per orang.
Foto: Republika/Prayogi
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat acara pemberian penghargaan kepada atlet SEA Games Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan penghargaan berupa bonus kepada atlet SEA Games Thailand 2025 yang berhasil meraih medali untuk Indonesia. Atlet peraih medali emas tunggal menerima bonus sebesar Rp1 miliar, peraih medali perak tunggal Rp315 juta, dan peraih medali perunggu tunggal Rp157 juta. Sementara itu, peraih medali emas beregu menerima bonus Rp500 juta per orang, peraih medali perak beregu Rp220.500.000 per orang, dan peraih medali perunggu beregu Rp110.250.000 per orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir masa jabatannya pada 2029. Dalam pidato Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin (14/1/2026), Prabowo menyatakan optimistis nasib masyarakat Indonesia yang berada pada kelompok desil 1 dan 2 dapat diubah melalui kerja keras serta kebijakan yang tepat.

“Cita-cita saya, di akhir masa jabatan saya tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” kata Prabowo.

Baca Juga

Ia menilai target tersebut realistis mengingat berbagai capaian yang telah diraih pemerintah. Menurutnya, bangsa Indonesia perlu berani mengakui keberhasilan tanpa kehilangan sikap rendah hati.

“Bukan kita sombong, bukan kita membesarkan, membanggakan, tapi kita harus bangga dengan prestasi kita. Harus bangga dengan bukti. Tidak boleh kita tidak mengerti keberhasilan. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang rendah diri. Rendah hati boleh, jangan rendah diri,” ucapnya.

Presiden menekankan Indonesia memiliki potensi dan kekayaan yang sangat besar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, meskipun pengelolaannya selama puluhan tahun belum sepenuhnya tertib.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan rasa syukur karena Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif baik di tengah gejolak dan ketidakpastian geoekonomi serta politik global.

“Saudara-saudara, di tengah kondisi dunia yang penuh gejolak, penuh ketidakpastian, kita bersyukur negara kita masih dalam keadaan yang baik. Potensi kita sangat besar, kekayaan kita sangat banyak,” ujar Presiden.

Ia menambahkan, dalam enam bulan terakhir pemerintah mulai melihat hasil nyata dari berbagai upaya yang telah dilakukan, terutama terkait perbaikan kondisi generasi muda dan kelompok masyarakat rentan.

Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bekerja sama dalam upaya menghapus kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.

“Saya mengajak semua, seluruh bangsa Indonesia, mari kita bersatu, mari kita bekerja sama untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Kita bangkitkan semua kehidupan bangsa Indonesia,” imbuhnya.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement