Ahad 04 Jan 2026 15:50 WIB

Hadapi Arus Balik Nataru, PLN Siagakan 4.516 SPKLU di Seluruh Indonesia

Ribuan SPKLU disiagakan di jalur padat arus balik libur panjang.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Gita Amanda
PT PLN (Persero) menyiagakan 4.516 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 2.935 lokasi di seluruh Indonesia untuk mengawal arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
PT PLN (Persero) menyiagakan 4.516 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 2.935 lokasi di seluruh Indonesia untuk mengawal arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) menyiagakan 4.516 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 2.935 lokasi di seluruh Indonesia untuk mengawal arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan infrastruktur ini ditopang 5.190 personel guna memastikan layanan pengisian daya kendaraan listrik tetap andal di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Kesiapsiagaan tersebut difokuskan pada jalur dengan intensitas perjalanan tinggi, terutama koridor Sumatera–Jawa–Bali yang menjadi tulang punggung arus balik. Di wilayah ini, PLN mengoperasikan 1.515 unit SPKLU, meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Baca Juga

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menilai fase arus balik identik dengan perjalanan jarak jauh yang menuntut kepastian layanan pengisian daya. “PLN hadir memastikan pengguna kendaraan listrik tetap mendapatkan layanan pengisian daya yang andal. Dukungan sistem digital kami hadirkan untuk memberikan kemudahan dan ketenangan bagi pengguna selama perjalanan arus balik,” kata Darmawan, dikutip di Jakarta, Ahad (4/1/2026).

PLN Mobile juga dilengkapi fitur Trip Planner yang membantu pengguna menyusun rute perjalanan arus balik dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan kebutuhan pengisian daya. Fitur ini menampilkan pilihan lokasi SPKLU di sepanjang jalur perjalanan, sehingga waktu tempuh dapat diatur lebih terukur dan risiko penumpukan di satu titik dapat ditekan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement