Ahad 28 Dec 2025 20:53 WIB

Bahlil: Pemulihan Infrastruktur Jadi Kendala Utama Penyaluran Energi

Sulitnya distribusi energi ke Aceg disebabkan lambatnya pemulihan infrastruktur

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/10/2025).
Foto: Pertamina
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/10/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan sampai saat ini infrastruktur masih menjadi kendala Utama dalam penyaluran energi ke masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara.

"Infrastruktur masih jadi tantangan, seperti misalnya di Aceh sama sekali gak bisa masuk kita. Sekarang alhamdulillah sudah bisa masuk pelan pelan," kata Bahlil di Terminal Integrated Plumpang Pertamina, Ahad (28/12/2025).

Bahlil menjelaskan untuk mengatasi kendala infrastruktur itu, Pertamina mengirim BBM dan LPG dengan berbagai moda. "Kita terus melakukan drop BBM pakai helikopter, pakai pesawat, termasuk LPG. Perlahan lahan sudah bisa kita masuk dengan mobil tanki," kata Bahlil.

Kendala infrastruktur seperti jembatan putus, air banjir yang tak kunjung surut, potongan kayu yang menghalangi akses perlu kerja keras lintas kementerian.

Hal ini mengakibatkan tak jarang kata Bahlil awak Pertamina yang harus menembus banjir. Pegawai PLN pun kata Bahlil ada yang tersengat listrik saat memulihkan listrik.

"Teman-teman kan bisa tau kan, beberapa orang PLN yang kena strum, kena dalam banjir. Tapi jangan kita menyerah," kata Bahlil.

Bahlil mendorong semua lintas kementerian bekerjasama dalam memulihkan Aceh dan Sumatera Utara.

"Arahan Bapak Presiden untuk semua Kementerian melakukan kerja secara maksimal di bidangnya masing-masing," kata Bahlil.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement