Selasa 23 Dec 2025 14:52 WIB

Pemerintah Siapkan Perbaikan 89.000 Hektare Sawah Rusak di Aceh

Pemerintah pusat juga menyiapkan cadangan pangan berlapis.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menemui Mentan Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Foto: Kementan
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menemui Mentan Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (22/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan langkah perbaikan 89.000 hektare sawah rusak di Aceh sebagai bagian dari pemulihan sektor pertanian pascabencana. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tim teknis Kementan akan turun ke lapangan mulai Januari 2026 untuk memetakan kondisi dan menindaklanjuti pembangunan kembali lahan terdampak.

Tim Kementan juga akan melakukan kunjungan kerja ke Aceh untuk memantau langsung perkembangan cetak sawah bersama Pemerintah Provinsi Aceh. Langkah ini dirangkai dengan penyaluran bantuan logistik dan dukungan sarana produksi yang telah dikirim ke wilayah tersebut.

Baca Juga

“Insyaallah sektor pertanian, mulai sawah yang rusak, kemudian ada kopi, akan kita perbaiki. Mulai Januari tim akan turun ke lapangan,” kata Amran di kediamannya di Jakarta, dikutip Selasa (23/12/2025).

Selain pemulihan lahan, Mentan mencatat bantuan pangan dan anggaran telah tiba di Aceh. Permintaan pemerintah daerah berupa 10.000 ton bantuan pangan telah terealisasi, disertai dukungan anggaran sebesar Rp 75 miliar untuk tiga provinsi dengan porsi dua pertiganya dialokasikan ke Aceh.

Pemerintah pusat juga menyiapkan cadangan pangan berlapis untuk menjamin kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru. Stok disiapkan di lapangan dan disesuaikan dengan permintaan daerah agar distribusi tetap terjaga.

“Sesuai permintaan dan kebutuhan, stok kita siapkan tiga kali lipat dari kebutuhan. Pokoknya kita bantu saudara kita. Itu perintah Bapak Presiden,” ujar Amran.

Dukungan logistik mencakup beras, minyak goreng, serta bantuan lain sesuai kebutuhan lapangan. Mentan menjamin kesiapan penebalan stok jika diperlukan, terutama pada periode peningkatan konsumsi.

Dari sisi daerah, Pemerintah Provinsi Aceh menyampaikan kondisi warga berangsur stabil setelah bantuan diterima. Bantuan pangan dinilai membantu menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat.

“Pada prinsipnya senang hati. Mereka cukup senang dalam menerima bantuan-bantuan sembako dan lain sebagainya,” kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Pemprov Aceh juga menyampaikan kebutuhan lanjutan di luar pangan, meliputi obat-obatan, selimut, serta perlengkapan sekolah tingkat SD dan SMP. Untuk kebutuhan pangan, kondisi dinilai cukup pada tahap awal pemulihan.

Seiring perbaikan sawah, Kementerian Pertanian juga membahas pengembangan kebun kopi serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pemerintah daerah telah mengajukan kebutuhan alsintan yang akan dipenuhi secara bertahap mulai Januari.

Pemulihan pertanian Aceh dirancang berjalan paralel antara perbaikan lahan, penguatan sarana produksi, dan pengamanan pasokan pangan. Pemerintah pusat dan daerah menargetkan pemulihan berlangsung terukur agar produktivitas kembali pulih dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement