Rabu 17 Dec 2025 14:23 WIB

BTN Bukukan Laba Bersih Rp 2,91 Triliun hingga November 2025

BTN berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang konsisten.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu.
Foto: Dok Republika
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu.

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,91 triliun hingga November 2025. Capaian tersebut naik 21,10 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,40 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menerangkan pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang mencapai Rp 386,47 triliun hingga 30 November 2025. Angka tersebut meningkat 8,74 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 355,42 triliun.

Baca Juga

BTN juga membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) seiring upaya perseroan meningkatkan pendanaan, terutama dana murah (current account and saving account/CASA). Hingga akhir November 2025, DPK BTN tercatat meningkat 15,77 persen (yoy) menjadi Rp 423,96 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 366,22 triliun.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan serta DPK mendorong aset BTN naik 12,16 persen (yoy) menjadi Rp 503,99 triliun hingga akhir November 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 449,36 triliun. Total aset tersebut telah melampaui target aset Rp 500 triliun yang ditetapkan pada awal 2025.

Nixon mengatakan BTN berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang konsisten hingga menjelang akhir 2025 seiring penerapan strategi penyaluran kredit yang lebih terarah dan terstruktur, serta upaya peningkatan dana murah di tengah tren penurunan biaya dana (cost of fund).

“Pencapaian kinerja BTN hingga akhir November 2025 menunjukkan bahwa BTN mampu menjaga pertumbuhan positif yang tetap on track menuju akhir tahun sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. BTN masih akan terus mengoptimalisasi upaya untuk mencapai target akhir tahun dengan tetap diiringi kehati-hatian dan langkah yang cermat,” kata Nixon dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Menjelang akhir tahun, Nixon mengatakan BTN akan tetap fokus pada penyaluran kredit ke sektor perumahan, terutama kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dan nonsubsidi dalam rangka memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia. Selain itu, BTN juga menyalurkan kredit korporasi ke berbagai sektor pendukung perumahan, termasuk sektor real estat, listrik, gas, air, dan perdagangan besar.

Adapun di sisi perolehan DPK, BTN akan melanjutkan strategi peningkatan pendanaan berbiaya murah, terutama yang berasal dari nasabah ritel maupun institusi skala menengah, untuk mempercepat tren penurunan biaya dana perseroan.

“Peningkatan DPK ritel ditunjang adanya solusi digital berupa superapp Bale by BTN yang terus meningkat dari sisi jumlah pengguna dan transaksi, serta Bale Korpora untuk cash management korporasi dari berbagai sektor,” ujarnya.

Nixon juga menyampaikan menjelang akhir 2025 BTN hampir merampungkan proses pemindahan unit usaha syariah (UUS) ke bank umum syariah (BUS) yang baru, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN). Proses tersebut ditargetkan memasuki day one operation atau beroperasi secara perdana pada 22 Desember 2025 sesuai timeline yang telah ditetapkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement