Rabu 17 Dec 2025 12:37 WIB

Tanggap Bencana Banjir Palembayan, UMNatsir distribusikan Logistik dan Lakukan Pendataan Penduduk

Afridian menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis merespons kebencanaan.

Satgas Tanggap Bencana dan Tim Relawan Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi baru-baru ini turun ke Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan, titik terparah lokasi bencana alam Sumatera Barat.
Foto: dokpri
Satgas Tanggap Bencana dan Tim Relawan Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi baru-baru ini turun ke Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan, titik terparah lokasi bencana alam Sumatera Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM -- Jajaran Rektor, Rombongan Pengabdian Kepada Masyarakat, Satgas Tanggap Bencana dan Tim Relawan Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi baru-baru ini turun ke Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, titik terparah lokasi bencana alam Sumatera Barat. Aksi cepat tanggap itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan keadaan wilayah dan masyarakat yang terdampak.

Universitas Mohammad Natsir mendirikan Posko Perguruan Tinggi di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Pendirian PT Posko merupakan Kolaborasi Program Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi bersama Perguruan Tinggi di Wilayah Sumatera Barat, salah satunya Universitas Mohammad Natsir.

"Program ini akan berlangsung hingga akhir tahun dan sangat memungkinkan untuk diperpanjang di tahun depan," ujar Rektor UMNatsir, Afridian Wirahadi Ahmad, Selasa (16/12/2025).

Afridian pun menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam merespons kebencanaan, baik dalam aspek kemanusiaan, edukasi, maupun pemulihan sosial pascabencana.

Demi pemulihan, Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, Hengki Januardi, memimpin dua Program Prioritas, Distribusi Logistik dan Pendataan data penduduk pada warga terdampak. "Program lain juga dilaksanakan untuk merespons situasi di lokasi, yakni program Kids Trauma Healing," ujar Hengki.

Hengki yang juga merupakan ketua Tim Satgas UMNatsir Bukittinggi menyampaikan bahwa kehadiran tim tidak hanya bertujuan menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan pendampingan moral dan kemanusiaan kepada warga terdampak. "Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat agar bantuan benar-benar dirasakan dan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Salareh Air Timur, Ahmad Fauzi bersyukur atas kedatangan Tim relawan UMNatsir. Pendirian Posko UMNatsir sangat membantu program nagari dalam mempercepat pemulihan kondisi. "Kalau bisa waktunya diperpanjang lagi berada di sini. Kami malah bersyukur dan terbantu sekali," ungkap Fauzi.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Tim Tanggap Bencana UMNatsir Bukittinggi. Ia menilai kegiatan distribusi logistik dan pendataan door to door sangat membantu pemerintah nagari dalam menjangkau warga terdampak secara langsung.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan kehadiran Tim Tanggap Bencana UMNatsir. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang sedang berduka dan membutuhkan uluran tangan,” ungkapnya.

Selain mendistribusikan logistik, tim relawan juga bertemu langsung dengan masyarakat secara door to door untuk mendata surat dan kartu berharga warga Salareh air timur, seperti KTP, kartu keluarga, akte kelahiran dan lain lain. Untuk mendukung dua pilar program Tanggap Darurat Bencana Kemendiktisaintek, Umnatsir pun menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil bersama wali nagari sebagai Mitra.

Kegiatan kolaborasi ini adalah langkah nyata perguruan tinggi bersama Kemendiktisaintek untuk terlibat aktif di lapangan dalam mempercepat pemulihan pada wilayah yang terdampak.

"Kampus berdampak adalah sebuah kehadiran dan aksi nyata Perguruan Tinggi di tengah masyarakat di lokasi bencana," ujar Rektor. Kita berharap masyarakat dalam situasi darurat ini, aman dengan ketersediaan Logistik khususnya pada bayi dan balita, ibu hamil dan lansia. Selain itu, ada perhatian secara khusus untuk pemulihan hak hak administrasi Kependudukan warga di salareh air timur," kata Rektor Umnatsir.

Distribusi logistik secara merata masih berlangsung dan pendataan data kependudukan juga terus diupayakan secara maksimal oleh tim di lapangan.

Dalam proses pendataan tersebut, tim menemukan sejumlah kisah kemanusiaan yang menggugah dan mencerminkan kuasa Ilahi di tengah musibah. Salah satunya adalah kisah seorang bayi bernama Fathan, yang ditemukan warga dalam keadaan selamat setelah banjir dan galodo melanda kawasan Salareh Aia. Bayi tersebut ditemukan terbaring di atas jerami, sekitar 100 meter dari jejak rumah keluarganya yang telah hancur diterjang galodo.

Ayah Fathan sempat berhasil diselamatkan oleh warga. Namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Sedangkan ibu, kakak, nenek, serta anggota keluarga lainnya meninggal dunia saat galodo menerjang permukiman warga. Keselamatan Fathan menjadi simbol harapan dan pengingat akan kebesaran Tuhan di tengah duka mendalam masyarakat.

Selain itu, tim juga mendata seorang anak bernama Zafran, anak berusia empat tahun yang selamat bersama ayahnya. Zafran mengalami patah kaki dan membutuhkan penanganan medis lanjutan. Dalam peristiwa yang sama, ibu korban yang tengah mengandung delapan bulan serta kakaknya dinyatakan meninggal dunia.

Kegiatan distribusi logistik dan pendataan masyarakat door to door ini akan terus dilaksanakan hingga seluruh warga terdampak di Nagari Salareh Aia Timur terdata dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara merata.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi