Selasa 16 Dec 2025 19:31 WIB

Luncurkan Logo Baru, Danantara Sebut Sinyal Kuat Transformasi BRI

Transformasi fundamental jadi kunci penguatan daya saing.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo (kiri), Kepala BP BUMN/COO Danantara Dony Oskaria (tengah), dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi (kanan) dalam peluncuran BRI Corporate Rebranding di Menara Brilian, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Foto: Muhammad Nursyamsi/Republika
Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo (kiri), Kepala BP BUMN/COO Danantara Dony Oskaria (tengah), dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi (kanan) dalam peluncuran BRI Corporate Rebranding di Menara Brilian, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan peluncuran BRI Corporate Rebranding bukan sekadar perubahan identitas visual, melainkan sinyal kuat atas komitmen transformasi fundamental yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan. Hal itu disampaikannya dalam acara peluncuran BRI Corporate Rebranding di Menara Brilian, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

“Saya sangat berbahagia ada di acara rebranding BRI. Sebetulnya rebranding itu bukan masalah apa menjadi apa, tetapi yang paling penting adalah ada pemahaman yang baik bahwa setiap saat kita harus berubah. Yang namanya perubahan itu adalah satu keharusan," ujar Dony.

Baca Juga

Menurutnya, setiap perusahaan pasti mengalami transformasi dari waktu ke waktu. Saat ini, kata dia, BRI tengah berada dalam fase perubahan yang fundamental sebagai respons atas berbagai sinyal perubahan yang muncul, terutama dari sisi pelanggan dan perkembangan pengetahuan global. 

"Hari ini pun kita sedang melakukan suatu proses perubahan yang fundamental. Ini seperti sinyal perubahan itu disebabkan oleh beberapa hal," sambung Dony.

Dony menjelaskan, faktor pertama adalah meningkatnya tuntutan dan ekspektasi nasabah. Dony menyampaikan kompetisi yang semakin ketat membuat pelanggan membandingkan layanan antarbank secara lebih terbuka. 

"Adanya tuntutan dari customer kita yang menuntut terjadinya perubahan needs customer karena kompetitor menawarkan hal yang lebih baik sehingga persepsi dan ekspektasi customer meningkat. Kalau ekspektasi meningkat, tentu penyedia layanan juga harus mampu memenuhi ekspektasi pelanggannya," ucap Dony. 

Faktor kedua adalah kemajuan pengetahuan dan akses informasi yang merata di seluruh dunia. Ia menilai, saat ini tidak ada lagi perbedaan signifikan dalam hal pengetahuan karena semua orang dapat dengan mudah mengakses berbagai perubahan yang terjadi. 

"Kalau satu perusahaan tidak melakukan perubahan, dia pasti akan mengalami kemunduran atau tertinggal, tidak mampu lagi menghadapi kompetisi," tegas Dony.

Dalam konteks tersebut, Dony menekankan pentingnya branding sebagai fondasi arah perusahaan. Ia menyebut branding bukan sekadar logo atau tampilan visual, melainkan bagaimana perusahaan ingin dipersepsikan oleh nasabahnya. 

"Branding itu adalah how we want to be perceived by our customers. Sebuah perusahaan harus dimulai dari bagaimana dia ingin dipersepsikan oleh customernya," lanjut dia. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement