Sabtu 05 Apr 2025 18:25 WIB

Netanyahu akan Bertemu Trump untuk Bahas Kebijakan Tarif

Tarif impor atas barang-barang dari Israel akan mencapai 17 persen.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden AS Donald Trump direncanakan akan bertemu membahas kebijakan tarif. (ilustrasi)
Foto: Reuters
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden AS Donald Trump direncanakan akan bertemu membahas kebijakan tarif. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kepala otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, akan bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 7 April untuk membahas kebijakan tarif, demikian dilaporkan portal berita Axios pada Sabtu (5/4/2025), dengan mengutip sumber anonim yang mengetahui rencana tersebut.

Bersamaan dengan tarif, agenda pertemuan tersebut dilaporkan juga akan mencakup situasi di Jalur Gaza dan krisis nuklir Iran. Namun, rencana tersebut dapat berubah karena Netanyahu juga diperkirakan akan menjalani sidang kasus korupsinya.

Baca Juga

Selain itu, Netanyahu juga dilaporkan harus meminta kepada hakim untuk membatalkan sidang tersebut agar bisa pergi ke AS. Netanyahu dan Trump terakhir kali bertemu pada awal Februari, setelah itu Presiden AS mengungkapkan rencana untuk mengambil alih kendali atas Jalur Gaza.

Sebelumnya pada Rabu (2/4/2025), Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif dasar 10 persen untuk semua impor ke Amerika Serikat mulai 5 April, sementara tarif timbal balik yang lebih tinggi terhadap negara dan wilayah yang memiliki defisit perdagangan terbesar dengan AS akan mulai berlaku pada 9 April.

Dilansir laman Sputnik, tarif impor atas barang-barang dari Israel akan mencapai 17 persen. Pada 1 April, kantor kepala otoritas Israel menyatakan Israel telah membatalkan semua tarif atas barang yang diimpor dari AS, langkah yang diharapkan dapat memperkuat aliansi strategis bilateral dan menurunkan biaya hidup di Israel.

Perjanjian perdagangan bebas tahun 1985 antara AS dan Israel telah membebaskan 99 persen barang impor dari AS dari bea cukai, yang berarti keputusan saat ini hanya akan memengaruhi sejumlah produk yang sangat terbatas, terutama makanan impor dan produk pertanian, tambah kantor tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement