REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bulog menyatakan telah melakukan penyerapan 725.000 ton gabah setara beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) hingga akhir Maret 2025. Menurut Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto, serapan gabah tersebut merupakan yang tertinggi untuk periode Januari-Maret dalam 10 tahun terakhir.
"Penyerapan gabah petani luar biasa dengan total mencapai lebih dari 725.000 ton setara beras hingga Maret 2025," kata dia dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (2/4/2025).
Ia menuturkan angka itu sejalan dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk memastikan cadangan pangan nasional tetap stabil.
Sebagai bagian dari langkah percepatan penyerapan gabah, Bulog telah meningkatkan kerja sama dengan petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), serta perusahaan penggilingan beras di seluruh Indonesia.
Penyerapan gabah dilakukan dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung para petani dengan cara menyerap hasil panen mereka, sehingga program penyerapan gabah ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional," ucap Prihasto.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebutkan Perum Bulog ditargetkan bisa menyerap 750 ribu ton hingga 800 ribu ton setara beras hingga akhir Maret 2025.
Ia mengatakan penyerapan beras dan gabah dari petani akan tetap berjalan di tengah libur Lebaran.
Ia juga meminta petani untuk menjaga kualitas gabah dengan baik, salah satu caranya dengan memanen sesuai dengan waktunya. “Kalau memang belum waktunya panen, jangan dipanen. Tunggu saja nanti, kalau sudah waktunya panen, ya silakan," kata dia.