Kamis 27 Mar 2025 10:09 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Libur Panjang Lebaran

Pelaku pasar mewaspadai potensi dividend trap yang kemungkinan datang lebih awal.

Karyawan memfoto layar eletronik pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/3/2024). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat setelah turun dalam empat hari perdagangan berturut-turut. Pada penutupan Rabu (19/3), IHSG naik 1,42% atau 88,27 poin ke 6.311,66 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan memfoto layar eletronik pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/3/2024). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat setelah turun dalam empat hari perdagangan berturut-turut. Pada penutupan Rabu (19/3), IHSG naik 1,42% atau 88,27 poin ke 6.311,66 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (27/3/2025) diperkirakan bergerak menguat menjelang libur panjang dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. IHSG dibuka melemah 9,76 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.462,60. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,95 poin atau 0,40 persen ke posisi 728,19.

IHSG dibuka melemah 9,76 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.462,60. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,95 poin atau 0,40 persen ke posisi 728,19.

Baca Juga

"Dalam perdagangan berikutnya, IHSG diperkirakan masih akan bergerak menguat," kata Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mewaspadai adanya potensi dividend trap yang kemungkinan datang lebih awal, yaitu bersamaan dengan pengumuman nilai dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Hal ini spesifik pada saham-saham bank berkapitalisasi besar, yang mana kondisi ini pernah terjadi pada awal tahun 2024, namun saat ini dividend trap terjadi pada saham-saham tambang. Kondisi ini umumnya terjadi jelang Cum hingga tanggal Ex Dividend.

Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan mengumumkan kebijakan tarif industri otomotif dalam konferensi pers pada Rabu (02/04), yang memperluas konflik perdagangan global yang telah dimulainya tahun ini.

Para analis industri otomotif memperkirakan kebijakan ini akan memicu kenaikan harga dan menghambat produksi.

Sebelumnya, Trump telah berulang kali berjanji untuk menerapkan serangkaian tarif timbal balik (resiprokal) mulai 2 April.

Bursa saham AS Wall Street Pasar saham Wall Street mengalami penurunan tajam pada hari Rabu, dipicu oleh kejatuhan saham Nvidia dan Tesla, sementara investor menantikan pengumuman mengenai tarif impor otomotif AS yang telah lama dijanjikan.

Indeks S&P 500 melemah 1,12 persen atau turun 64,45 poin menjadi 5.712,20, sementara Nasdaq Composite anjlok 2,04 persen atau 372,84 poin ke 17.899,02. Indeks Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi 0,31 persen atau 132,71 poin menjadi 42.454,79

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 158,81 poin atau 0,59 persen ke level 37.939,61, indeks Shanghai menguat 9,75 poin atau 0,29 persen ke posisi 3.379,52, indeks Kuala Lumpur menguat 8,99 poin atau 0,59 persen ke posisi 1.522,81, dan indeks Straits Times menguat 12,60 poin atau 0,32 persen ke 3.967,13.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement