REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan perlu kajian mendalam adanya usulan penambahan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Penambahan TBBM tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan BBM di daerah ini.
"Berdasarkan identifikasi, lokasi TBBM harus di dekat teluk. Kami minta PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan kajian dimana teluk yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai terminal terintegrasi," kata Yuliot Tanjung, di Padang, dikutip Kamis (27/3/2025).
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM saat berkunjung ke Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Kota Padang, sekaligus mengecek kesiapan termasuk pasokan energi di Ranah Minang selama libur Idul Fitri 1446 Hijriah.
Yuliot menjelaskan saat ini hanya terdapat satu terminal terintegrasi di Sumbar, yakni TBBM Teluk Kabung untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi 19 kabupaten dan kota di daerah ini. Bahkan, sebagian pasokan minyak di TBBM itu juga didistribusikan ke Provinsi Bengkulu.
"Jadi kami sudah melakukan pengecekan di Terminal Terintegrasi Teluk Kabung dan melihat berapa kapasitas maksimalnya," ujar dia lagi.
Ia menyebutkan untuk beberapa jenis BBM, cadangan secara rata-rata nasional lebih dari 20 hari. Namun, untuk TBBM Teluk Kabung diketahui kurang dari 20 hari guna memenuhi kebutuhan energi di Ranah Minang. Mengingat keterbatasan pasokan dan luasnya jangkauan distribusi, Kementerian ESDM menyambut baik usulan tambahan TBBM di Provinsi Sumbar.
"Jadi diharapkan di Sumbar ada tambahan terminal terintegrasi seperti di Teluk Kabung satu unit lagi," ujarnya.
TBBM merupakan fasilitas industri yang berfungsi untuk menyimpan serta mendistribusikan ulang BBM ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Usulan tambahan itu diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi tingginya kebutuhan energi di Sumbar.
Komite BPH Migas Harya Adityawarman mengatakan untuk membangun TBBM tambahan di suatu daerah, maka perlu suatu kajian mendalam, baik itu dari sisi kapasitas maupun dari sisi lokasi.
"Perlu suatu kajian yang komprehensif, sehingga diharapkan nantinya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," kata dia pula.