Jumat 07 Mar 2025 20:06 WIB

KCIC Sesuaikan Pola Perjalanan Whoosh, Berubah Selama Ramadhan

Saat ini terdapat 62 jadwal perjalanan per hari dan keberangkatan setiap 30 menit.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Pramugari kereta bersiap menyambut kedatangan penumpang kereta cepat WHOOSH di Stasiun Halim, Jakarta, (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pramugari kereta bersiap menyambut kedatangan penumpang kereta cepat WHOOSH di Stasiun Halim, Jakarta, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan terdapat pola perjalanan penumpang Whoosh yang berbeda saat Ramadhan. Eva menyampaikan mayoritas tiket terjual terlihat menyesuaikan dengan waktu tertentu seperti berbuka puasa dan tarawih atau kereta pertama dengan jadwal terdekat dari momen imsak.

"Dari Stasiun Halim, keberangkatan kereta pertama pukul 06.25 WIB menjadi jadwal favorit, sementara untuk sore hari banyak yang memilih keberangkatan kereta antara pukul 16.00 s.d 17.25 WIB," ujar Eva di Jakarta, Jumat (7/3/2025).

 

Untuk perjalanan dari wilayah Bandung, ucap Eva, penumpang lebih banyak memilih jadwal keberangkatan pagi pukul 06.05 sampai 07.05 WIB dan malam 20.35-21.25 WIB. Eva menyampaikan KCIC memastikan pelayanan Whoosh juga akan mengakomodir kebutuhan penumpang yang berpuasa seperti memberikan pengumuman pada saat waktu berbuka tiba dan memperbolehkan penumpang untuk makan dan minum di dalam kereta dengan kewajiban tetap menjaga kebersihan dengan menbuang sampah bekas makan atau minum pada tempatnya.

 

"Selain memberikan layanan khusus, kita juga mempersiapkan untuk peningkatan penumpang yang diprediksi akan mulai terjadi saat masa libur sekolah atau libur bersama serta kebijakan work from anywhere (WFA) yang ditetapkan pemerintah. Salah satunya kita akan menambah jumlah petugas layanan di stasiun," ucap Eva.

 

Eva optimistis Whoosh menjadi solusi bagi masyarakat untuk membuat aktivitas saat Ramadhan lebih efisien. Kecepatan Whoosh memungkinkan penumpang mengurangi waktu perjalanan sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, berkumpul dengan keluarga, serta beristirahat dengan cukup.

 

"Dengan waktu tempuh hanya sekitar 30 menit-40 menit antara Jakarta-Bandung, penumpang tidak perlu menghabiskan waktu lama di perjalanan dan tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk di rumah maupun tempat kerja," sambung Eva. 

 

Eva menyampaikan saat ini terdapat 62 jadwal perjalanan per hari dan keberangkatan setiap 30 menit sekali, penumpang dapat memilih jadwal yang paling sesuai tanpa terganggu oleh kemacetan. Hal ini juga memungkinkan perjalanan pulang-pergi untuk menghadiri acara buka bersama atau melakukan perjalanan singkat tanpa kendala waktu.

 

photo
Kereta cepat WHOOSH melaju menuju stasiun Padalarang dan Tegal luar dari Stasiun Halim, Jakarta. - (Republika/Thoudy Badai)

 

Eva menjelaskan jadwal perjalanan Whoosh dimulai sejak pukul 06.05 WIB, sehingga penumpang dapat menikmati sahur dengan nyaman di rumah sebelum berangkat ke tujuan. Selain itu, waktu tempuh yang singkat membuat perjalanan tidak melelahkan dan tetap tiba tepat waktu. 

 

"Pada 2024, ketepatan waktu Whoosh mencapai 99 persen dengan rata-rata kelambatan hanya delapan detik, memastikan penumpang dapat tiba di tempat tujuan sesuai rencana, termasuk untuk berbuka bersama keluarga," ucap Eva. 

 

Selain kecepatan dan ketepatan waktu, lanjut Eva, fasilitas di stasiun dan kereta Whoosh juga telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan penumpang selama Ramadan. Tersedia berbagai tenan di stasiun untuk pembelian makanan berbuka serta musala yang luas dan bersih, sementara di kereta terdapat fasilitas layanan pada kereta nomor 5 yang menjual berbagai makanan dan minuman.

 

"Perjalanan yang cepat dan tepat waktu dengan Whoosh memungkinkan pelanggan untuk tetap menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir terlambat berbuka atau kehilangan waktu bersama keluarga," kata Eva. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement