Rabu 26 Feb 2025 11:26 WIB

Bertemu Dubes UEA, Erick Jajaki Potensi Kerja sama Ekonomi hingga Penerbangan

UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjajaki kerja sama BUMN dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Foto: Tangkapan layar Instagram
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjajaki kerja sama BUMN dengan Uni Emirat Arab (UEA).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjajaki kerja sama BUMN dengan Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini disampaikan Erick usai menerima kunjungan Duta Besar UEa untuk Indonesia HE Abdulla Salem Al Dhaheri, dan perwakilan dari SANAD Group.

"Indonesia dan UEA sudah menjalin kerja sama di beberapa sektor, termasuk dalam energi baru terbarukan serta penerbangan reguler UEA ke Indonesia untuk mendorong industri pariwisata," ujar melalui akun Instagram @erickthohir di Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Baca Juga

Erick menyampaikan pertemuan ini juga menyoroti potensi kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan industri pesawat terbang. Erick mengatakan SANAD Group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa kedirgantaraan.

"Potensi-potensi kerja sama ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pembukaan lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia," tambahnya. 

UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara telah memperkuat hubungan bilateral melalui berbagai investasi, termasuk di sektor infrastruktur dan energi berkelanjutan.

Selain bertemu Erick, Dubes UEA Abdulla Salem Al Dhaheri juga menyambangi kantor Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (25/2/2025). Dudy menyampaikan pertemuan ini membahas potensi kerja sama strategis antara Indonesia dan UEA, khususnya di bidang penerbangan.

"Fokus utama diskusi meliputi pengembangan kerja sama dalam bidang perawatan pesawat (aircraft maintenance) dan pengembangan industri penerbangan di Indonesia," ucap Menhub dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Menhub menilai kerja sama di bidang penerbangan ini memiliki potensi besar, mengingat posisi strategis Indonesia di jalur perdagangan internasional, lalu meningkatnya kebutuhan layanan aviasi di kawasan Asia-Pasifik. Dudy berharap kerja sama antara Indonesia dan UEA tidak hanya terbatas pada sektor penerbangan, tetapi juga dapat diperluas ke bidang transportasi lainnya. 

"Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat mencakup sektor transportasi darat, laut, dan logistik. Dengan kerja sama yang lebih luas, kita dapat menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara," kata Menhub.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement