Selasa 11 Jun 2024 13:55 WIB

Dedikasi Tinggi PMI Kabupaten Bandung Diapresiasi Kang DS

Dengan adanya big data akan lebih memudahkan perencanaan maupun mengambil keputusan.

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS mengapresiasi peran serta dan pengabdian Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung selama ini.
Foto: Pemkab Bandung
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS mengapresiasi peran serta dan pengabdian Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung selama ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Bandung HM Dadang Supriatna atau Kang DS mengapresiasi peran serta dan pengabdian Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung selama ini. Apalagi Kabupaten Bandung merupakan daerah yang rawan bencana di Indonesia sehingga peran serta semua kalangan sangat diperlukan. Bencana alam yang kerap melanda wilayah Kabupaten Bandung adalah banjir, longsor, kekeringan dan angin puting beliung.

Hal itu ditegaskan Kang DS dalam pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Bandung periode 2024-2029. Acara dihadiri Ketua PMI Jawa Barat Irjen Pol (P) Adang Rocjana beserta jajaran pengurus dan para pengurus PMI kabupaten dan kota serta PMI kecamatan se-kabupaten Bandung. Acara di Hotel Sutan Raja, Selasa 11 Juni 2024 juga dihadiri pengurus Baznas Kabupaten Bandung, MUI, dan para kasi sosbud kecamatan.

Baca Juga

Pengurus PMI Kabupaten Bandung yang dilantik dengan Ketua Asep Deni Ramdhani yang dilengkapi dengan beberapa bidang. Lebih jauh Kang DS menyatakan, setiap organisasi termasuk PMI ditantang untuk menjawab tantangan era digital khususnya membuat big data. "Dengan adanya big data ini akan lebih memudahkan dalam perencanaan maupun mengambil keputusan bertindak," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kang DS juga meminta agar para pengurus PMI Kabupaten Bandung segera mengumpulkan persyaratan untuk dimasukkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement