Selasa 09 Apr 2024 16:49 WIB

Pertamina Tambah 2,9 Juta Tabung LPG untuk Lebaran di Jatim  

Dengan konsumsi normal harian 4.680 metrik ton per hari, stok saat ini sangat aman.

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menggelontorkan sebanyak 2.990.480 tabung LPG 3 kg bersubsidi, (ilustrasi)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menggelontorkan sebanyak 2.990.480 tabung LPG 3 kg bersubsidi, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menggelontorkan sebanyak 2.990.480 tabung LPG 3 kg bersubsidi tambahan guna memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat Jawa Timur saat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

"Tabung LPG 3 kg tersebut dikirim secara bertahap mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran," kata Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa (9/4/2024).

Baca Juga

Jumlah tersebut 191,7 persen lebih besar dari konsumsi normal harian LPG 3 kg bulan April sebesar 1.560.206 tabung/hari atau setara 4.680 metrik ton/hari. Ahad mengatakan konsumsi LPG secara keseluruhan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri diprediksi naik 5,3 persen dengan puncak konsumsi H-3 hingga H+2 Idul Fitri.

"Kami tidak ingin momen hari raya ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dengan meningkatkan harga jual di atas HET. Sehingga kami persiapkan hampir 3 juta tabung dengan tujuan menstabilkan harga di masyarakat," ujar Ahad. 

Stok LPG untuk wilayah Jawa Timur cenderung sangat aman. Ditopang oleh tiga terminal LPG yakni supply point utama Surabaya, Gresik, dan Banyuwangi, dengan total stok LPG mencapai 28.966 metrik ton saat ini. Dengan konsumsi normal harian 4.680 metrik ton per hari, stok saat ini sangat aman.

Adapun tambahan tersebut berbeda besaran tiap kota/kabupaten berdasarkan pantauan kenaikan konsumsi dengan daftar terlampir. "Setiap kabupaten/kota di Jatim mendapatkan tambahan yang bervariasi mulai dari paling kecil 120 persen hingga 240 persen berdasarkan proyeksi peningkatan konsumsi di masing-masing daerah," kata Ahad.

Meski demikian, ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang enggan membeli ke pangkalan LPG resmi Pertamina. "Rata-rata alasannya (tidak beli di pangkalan) karena praktis cari yang dekat saja. Kalau begitu, ketika harganya melambung di pengecer harusnya masyarakat tidak perlu resah akibat pilihan sendiri," ujarnya. 

Padahal, di Pangkalan tersedia stok LPG melimpah dengan harga sesuai HET. Ini sama halnya seperti mengeluhkan harga BBM eceran. "Untuk itu, kami menghimbau ke masyarakat untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi Pertamina dengan jumlah yang wajar sesuai kebutuhan agar mendapat harga HET Jawa Timur Rp 16 ribu," ujar Ahad.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement