Sabtu 30 Mar 2024 22:35 WIB

Pedagang Gula Aren di Lebak Dapat Berkah Ramadhan

Pedangang gula aren kewalahan memenuhi permintaan konsumen.

Tabung bambu yang digunakan untuk menderes atau mengambil nira kelapa (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Tabung bambu yang digunakan untuk menderes atau mengambil nira kelapa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, RANGKAS BITUNG -- Pedagang gula aren di Kabupaten Lebak, Banten mendapatkan berkah Ramadhan karena permintaan konsumen melonjak.

"Saat Ramadhan omzet rata-rata Rp 50 juta per hari," kata seorang pedagang besar gula aren Fahri (60 tahun) di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (30/3/2024).

Baca Juga

Pendapatan Rp 50 juta per hari itu Fahri dapatkan setelah bisa menjual dua ton gula dengan harga Rp 25 ribu per kilogram. Padahal hari biasanya, Fahri bisa menjual gula aren sekitar Rp 15 juta per hari.

Konsumen gula aren kebanyakan dari luar daerah, seperti Tangerang, Jakarta, Bogor, Bekasi dan Bandung. Selain itu, Fahri juga tetap memasok ke pedagang eceran di Pasar Rangkasbitung.

"Kami beruntung permintaan melonjak dan dapat terlayani karena kami juga dipasok oleh perajin gula aren," kata Fahmi menambahkan.

Setiap hari Fahmi menampung gula aren dari perajin di Kecamatan Sobang, Muncang, Leuwidamar, Cirinten, Cibeber, Lebak Gedong, Cigemblong,Cijaku dan Cilograng.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mitra Mandala Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak Anwar Aan mengatakan, KUBE Mitra kini kewalahan memenuhi permintaan masyarakat. Padahal, KUBE Mitra telah menampung gula dari 148 perajin dengan lahan perkebunan nira seluas 170 hektare.

"Kualitas gula aren di sini memang bagus. Produksi gula juga dilakukan secara organik, tanpa menggunakan bahan kimia," kata Anwar.

Selain itu, produksi gula aren menggunakan peralatan manual sehingga rasa gula aren cukup manis juga harum.

Pemilik Toko Kuliner, Surya (45 tahun), yang menjual aneka makanan tradisional di Jalan Sunan Bonang Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan, selama bulan suci Ramadhan, stok persediaan gula aren menipis. Sebab, banyak permintaan dari masyarakat.

"Konsumen biasanya membeli gula aren untuk oleh-oleh," kata Surya.

Sementara itu, petugas Penyuluh Perindustrian Muda Disperindag Kabupaten Lebak, Sutisna, mengatakan, saat ini jumlah perajin gula aren di Lebak sebanyak 6.000 usaha. Mereka juga berkembang karena didukung bahan baku perkebunan aren yang cukup.

Pemerintah Kabupaten Lebak menetapkan gula aren menjadi produk unggulan daerah. Gula aren menggulirkan uang hingga Rp 96,65 miliar di ekonomi lokal.

"Kami terus meningkatkan mutu dan kualitas agar gula aren Lebak menembus pasar ekspor," kata Sutisna.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement