Rabu 13 Mar 2024 16:23 WIB

Mendag Akui Kenaikan Harga Bahan Pokok Berpotensi Kerek Inflasi  

Kelompok volatile food menjadi faktor pendorong utama inflasi.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Foto: Republika/Eva Rianti
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan alarm terhadap inflasi imbas kenaikan harga bahan pokok. Zulhas mengatakan, meski masih terkendali, namun kelompok volatile food menjadi faktor pendorong utama inflasi.

"Inflasi pangan relatif terkendali. Pemerintah mengantisipasi inflasi yang meningkat saat Ramadhan," kata Zulhas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga

Zulhas menjelaskan, inflasi bulanan pada Februari 2024 tercatat sebesar 0,37 persen (month to month). Sedangkan secara (year on year) sebesar 2,75 persen. Sedangkan volatile food mempengaruhi 1,3 persen inflasi.

"Komoditas protein hewani memberikan andil inflasi, dan juga beras, inflasi tertinggi pada tahun 2023," kata Zulhas.

Zulhas mencatat, per 8 Maret, seluruh beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, minyak goreng curah, gula pasir, telur dan cabai mengalami kenaikan bahkan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kenaikan harga barang ini juga didorong oleh pola konsumsi yang meningkat, daya beli yang menguat dan momen cuti bersama dan libur sekolah," kata Zulhas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement