Senin 11 Mar 2024 01:00 WIB

BTN Optimis Kartu Debit Visa Contactless Dongkrak Transaksi

Dalam lima tahun terakhir, penggunaan kartu debit BTN selalu meningkat.

Direktur Distribution & Institutional Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Jasmin mencoba kartu Debit BTN Visa Contactless seusai acara peluncuran di Jakarta, Sabtu (3/3/2024). 
Foto: Dok Republika
Direktur Distribution & Institutional Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Jasmin mencoba kartu Debit BTN Visa Contactless seusai acara peluncuran di Jakarta, Sabtu (3/3/2024). 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk optimistis dengan peluncuran Kartu Debit BTN Visa Contactless akan mendongkrak transaksi kartu debit perseroan 18 persen–20 persen.

Direktur Distribution & Institutional Funding BTN Jasmin mengatakan, dalam lima tahun terakhir, tren penggunaan kartu debit BTN selalu meningkat. Selama 2023, jumlah transaksi kartu debit BTN tumbuh 17 persen dibandingkan 2022.

Baca Juga

Menurut Jasmin, BTN meluncurkan Kartu Debit BTN Visa Contactless untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas ke nasabah dalam bertransaksi secara digital. Apalagi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi saat ini.

"Transformasi digital yang kami lakukan adalah bentuk strategi perseroan untuk menjadi bank yang lebih modern dan kekinian," ujar Jasmin dalam keterangan di Jakarta, Ahad (10/3/2024).

Hal itu untuk mendukung pertumbuhan transaksi dan dana masyarakat, ditopang oleh kualitas layanan yang lebih baik di era digitalisasi ini.

Jasmin menjelaskan, nasabah BTN masih meminati penggunaan kartu debit kendati tren penggunaan ponsel untuk bertransaksi melalui teknologi tertentu meningkat, seperti halnya Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Hal itu karena kartu debit dinilai praktis dan nyaman untuk digunakan, serta didukung oleh ketersediaan infrastruktur.

"Umumnya, kartu debit lebih banyak digunakan untuk transaksi dengan nominal lebih tinggi di e-commerce maupun di luar negeri. Sedangkan QRIS lebih banyak digunakan untuk transaksi nominal kecil di bawah Rp 100 ribu sehingga lebih tepat sebagai pengganti uang tunai," kata Jasmin.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement