Rabu 06 Mar 2024 15:44 WIB

Remaja Diduga Cekik dan Tenggelamkan Anak di Sleman, Polisi Ungkap Kronologinya

Menurut polisi, pelaku mengaku merasa jengkel karena diejek dan dijahili.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Irfan Fitrat
Kepala Polsek (Kapolsek) Ngaglik Kompol M Mashuri mengungkap kasus kematian anak yang diduga dicekik dan ditenggelamkan, saat konferensi pers di Markas Polresta Sleman, Rabu (6/3/2024).
Foto: Republiika/Febrianto Adi Saputro
Kepala Polsek (Kapolsek) Ngaglik Kompol M Mashuri mengungkap kasus kematian anak yang diduga dicekik dan ditenggelamkan, saat konferensi pers di Markas Polresta Sleman, Rabu (6/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Polisi mengungkap kasus kematian seorang anak berinisial MA (9 tahun) yang ditemukan di kolam sumber air wilayah Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Korban diduga dicekik dan ditenggelamkan.

Kasus itu dilaporkan terjadi pada 24 Februari 2024. Keesokan harinya, polisi mengamankan seorang remaja berinisial G (19). Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurut Kepala Polsek (Kapolsek) Ngaglik Kompol M Mashuri, remaja tersebut mengaku kerap diejek dan dijahili oleh korban.

Baca Juga

“Motifnya dia jengkel sama korban karena sering dijahili dan sepeda ontelnya disembunyikan,” kata Kapolsek di Markas Polresta Sleman, Rabu (6/3/2024).

Kapolsek menjelaskan, saat hari kejadian, korban awalnya pergi dari rumah menggunakan sepeda ontel untuk bermain. Namun, hingga pukul 15.00 WIB, korban tak kunjung pulang. Ibu dan kakaknya kemudian mencari korban.

Saat berada di dekat kolam sumber air wilayah Kalurahan Sardonoharjo, kakak korban mendengar seorang saksi yang berteriak sambil menyebut nama korban. “Lalu kakak korban menghampiri saksi dan mendapati korban mengambang atau terapung di kolam sumber mata air tersebut,” ujar Kapolsek.

Pihak keluarga yang merasa curiga kemudian membawa jasad korban ke RS Gramedika. Lantas dirujuk untuk dilakukan autopsi di RS Bhayangkara. Berdasarkan hasil autopsi, menurut Kapolsek, ditemukan luka bekas cekikan pada leher korban dan luka di dubur. Sejauh ini, belum diketahui penyebab luka di dubur korban. Kapolsek juga belum bisa memastikan apakah korban mengalami tindak kekerasan seksual atau tidak.

Dari hasil penyelidikan, korban diduga dianiaya oleh remaja berinisial G. Kapolsek mengatakan, remaja tersebut diketahui merupakan lulusan salah satu sekolah luar biasa (SLB) di Sleman. Remaja tersebut diduga mengalami gangguan mental. “Saat ini tersangka sedang dimintakan keterangan ahli di RS Jiwa Pakem dan sedang dilakukan observasi,” ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, jika remaja tersebut dinyatakan mengalami gangguan kesehatan jiwa, bisa jadi lepas dari jerat hukum.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement