Ahad 03 Mar 2024 12:36 WIB

Akan Berapa Lama Boikot Produk Pro-Israel Bertahan?

Sepanjang perang berlangsung, McDonald's tak bisa berharap peningkatan penjualan.

Pengunjuk rasa memegang plakat saat aksi unjuk rasa membela Palestina di Sydney, Australia, Ahad (3/3/2024).
Foto: EPA-EFE/BIANCA DE MARCHI
Pengunjuk rasa memegang plakat saat aksi unjuk rasa membela Palestina di Sydney, Australia, Ahad (3/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, MUSCAT --- Boikot produk pro-Israel menjadi perlawanan masyarakat dunia terhadap Israel dan mereka yang mendukung operasi militer Israel di Gaza. Sejumlah negara Muslim melakukan boikot dan menggantinya dengan produk asal negara Muslim lain atau non-Barat. 

Namun akan berapa lama aksi boikot ini bertahan? Di Oman, laporan laman berita  Middle East Eye (MEE) menyatakan, belum ada tanda gerakan boikot di negeri ini akan berakhir. Pergeseran pasar di Timur Tengah juga kentara tak seperti sebelum perang di Gaza berlangsung, sejak 7 Oktober 2023. 

Baca Juga

‘’Ada suasana melawan semua yang dari Barat. Bahkan kebebasan dan demokrasi terlihat seperti kemunafikan. Orang bilang seharusnya tak percaya ide-ide ini,’’ungkap seorang sumber di pemerintahan Oman, seperti dilansir MEE, Sabtu (2/3/2024). 

Sebaliknya, Cina, Rusia, dan Brasil dikagumi secara luas atas sikap mereka menentang Barat dan mendukung Palestina. Di Oman, jika melihat merek Amerika cukup alasan bagi mereka untuk memboikotnya sebagai kemarahan atas dukungan AS pada Israel. 

Di sebuah gerak kopi Starbucks di mal Al Meera, Muscat seorang staf menuturkan,’’Tak banyak orang yang datang. Tak seperti sebelum perang di Gaza. Sebelumnya, hampir tak ada tempat duduk kosong,’’ katanya sambil menunjukkan kursi-kursi kosong.

Rekannya mengakui tetapi yakin pada akhirnya pelanggan akan kembali ngopi di gerai tersebut. ‘’Ini memang sepi tidak seperti sebelumnya tetapi sekarang ini sedikit demi sedikit mulai kembali. Sekarang warga Oman mulai kembali,’’ ujarnya. 

Di gerai KFC, sekitar pukul 17.00 waktu setempat hanya ada satu pelanggan. Yakni, pekerja minyak warga Irak Kurdi datang ke sana saat istirahat dari ladang minyak. Seorang staf mengakui hanya sedikit pelanggan yang datang sejak perang Gaza bermula. 

Menurut McDonald’s perang ini benar-benar berdampak ke kinerja perusahaan pada kuartal keempat 2023 di pasar-pasar luar negeri. CEO McDonald’s Chris Kempczinski mengungkapkan, yang paling terpukul adalah pasar di Timur Tengah.

Pasar lainnya negara Muslim seperti Indonesia dan Malaysia. Penjualan di Prancis juga turun. ’’Maka sepanjang perang ini masih berlangsung, kami tak bisa berharap melihat peningkatan signifikan (di pasar-pasar terebut),’’ katanya seperti dilansir Reuters, Selasa (6/2/2024).

Zacks Investment Management yang mengelola saham McDonald’s memikirkan pula akan seberapa panjang perang di Gaza . ‘’Dampak perang berkepanjangan akan menjadi perhatian terbesar kami,’’ kata Manajer Portofolio Zacks Investment Management Brian Mulberry.

Ia menyampaikan perkiraannya.’’Tampaknya, ini akan menjadi isu penting yang bisa bertahan hingga kuartal selanjutnya bahkan dua kuartal selanjutnya,’’ ujar Mulberry. Pekan lalu, Starbucks juga memangkas target penjualan gerai-gerai kopinya di Timur Tengah.

Operasi militer Israel...

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement