Sabtu 02 Mar 2024 11:21 WIB

Pensiun Jadi Bebani Anak? Duh, Jangan Sampai

Meski masih jauh, persiapkan dana pensiun dari sekarang.

Masa pensiun (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com.
Masa pensiun (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah peningkatan jumlah penduduk usia produktif di Indonesia, jumlah peserta dana pensiun malah menurun.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, jumlah peserta dana pensiun merosot dari 4,64 juta peserta pada 2018 menjadi 4,06 juta peserta pada November 2023.  Padahal, persentase penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) di Indonesia meningkat dari 66,1 persen pada 2010 menjadi 69,3 persen pada 2022, atau dari 157,05 juta orang menjadi 190,98 juta orang.

Baca Juga

Bonus demografi saat ini akan menjadi permasalahan di kemudian hari, ketika populasi usia produktif ini beralih memasuki usia nonproduktif dengan kesiapan pensiun yang minim. Apalagi umur harapan hidup penduduk Indonesia juga terus mengalami peningkatan, sehingga membutuhkan biaya lebih untuk jangka waktu lebih panjang.

Lantas, apa yang bisa dilakukan agar populasi usia nonproduktif tidak menjadi beban bagi anak dan negara?

 

Sumber pendapatan di masa pensiun

CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa menjelaskan, di masa pensiun, pendapatan bisa berasal dari beberapa sumber. Seperti gaji dan upah, dukungan keluarga, jaminan sosial dari pemerintah, dana pensiun, serta kekayaan rumah tangga.

Dari lima sumber pendapatan di masa pensiun tersebut, penghasilan berupa gaji/upah tentunya masih diharapkan sebagian pensiunan. Walau realitanya tidak seluruh pensiunan masih bisa bekerja.

Di sisi lain, tidak bisa dipungkiri sebagian pensiunan mengandalkan dukungan keluarga. Namun, kurang bijak jika menjadikan anak sebagai pemberi pendapatan di masa pensiun. "Jadi, masa pensiun memang harus disiapkan sejak masa usia produktif agar tidak membebani anak," ujar Afifa.

 

Sesuaikan gaya hidup

Langkah penting yang harus dilakukan sejak usia produktif adalah menyesuaikan gaya hidup. Kemudian meningkatkan simpanan dana pensiun walau masa pensiun terbilang masih jauh.

Ketika mendapatkan gaji/upah/bonus, segera sisihkan sebagian untuk digunakan di masa pensiun nanti. Barulah selebihnya bisa digunakan untuk beragam kebutuhan saat ini. "Pergi berlibur atau membeli barang konsumtif tentu tetap bisa dilakukan, asalkan tidak berlebihan," kata dia.

 

Ikut program dana pensiun

Pensiun dengan mengandalkan program dari pemerintah (BPJS Ketenagakerjaan) saja seringkali tidak mencukupi. Oleh karena itu, pilih dan ikut program pensiun tambahan sesuai kebutuhan. Pelajari risiko dan manfaat dari program pensiun yang ditawarkan.

Perhatikan hak dan kewajiban peserta program serta prosedur pencairan dananya. Setelah menjadi peserta program pensiun, isi secara rutin dana persiapan pensiun dari penghasilan bulanan.

 

Biarkan aset bekerja untuk kita

Di usia senja, tentunya fisik tidak lagi sekuat saat muda. Jadi, sebaiknya saat itu kita sudah memiliki passive income yang bisa menopang kebutuhan hidup kita. Ada beragam alternatif investasi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan passive income, seperti properti, saham, obligasi, dan reksa dana.

Bagi yang tidak memiliki waktu dan keahlian untuk mengelola investasi sendiri, silakan manfaatkan reksa dana. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang dikelola profesional baik dalam portofolio saham maupun obligasi.

"Dengan berinvestasi di reksa dana, kita mempersiapkan masa pensiun dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia dan negara lainnya," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement