Kamis 22 Feb 2024 09:46 WIB

Fed tak Pangkas Suku Bunga, IHSG Dibuka Melemah

IHSG dibuka melemah 14,07 poin atau 0,19 persen ke posisi 7.334,95.

Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/2/2024) diperkirakan bergerak sideways (mendatar) seiring The Fed cenderung enggan untuk memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat. IHSG dibuka melemah 14,07 poin atau 0,19 persen ke posisi 7.334,95. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 3,08 poin atau 0,31 persen ke posisi 1.005,32.

“IHSG berpeluang bergerak sideways pada hari ini,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga

Dalam risalah Federal Open Market Committee (FOMC Minutes), para pejabat The Fed cenderung enggan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat, dimana para pelaku pasar saat ini meyakini The Fed hanya akan memangkas 91,5 basis poin (bps), dari sebelumnya 150 bps pada awal tahun ini.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) menunjukkan hasil bahwa BI kembali menahan suku bunga acuan di level 6 persen selama empat bulan beruntun sejak terakhir kali menaikkan suku bunga pada Oktober 2023 sebesar 25 (bps).

 

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan keputusan mempertahankan suku bunga BI tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk penguatan stabilitas nilai tukar Rupiah dan langkah pre-emptive untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2024.

Pada hari ini, BI akan merilis data transaksi berjalan dan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) untuk kuartal IV 2023 dan keseluruhan tahun 2023, yang diperkirakan masih akan mencatat surplus, namun transaksi berjalan akan mengalami defisit.

Sementara itu, indeks utama AS tercatat ditutup beragam pada perdagangan kemarin seiring investor menunggu laporan keuangan Nvidia yang dapat menentukan momentum jangka pendek bagi pasar saham.

Dow Jones Industrial Average menguat 48,44 poin, atau 0,13 persen di angka 38.612,24. Indeks S&P 500 naik 0,13 persen berakhir pada 4.981,80. Nasdaq Composite yang sarat teknologi mengalami depresiasi 0,32 persen ditutup pada 15.580,87 menunggu laporan keuangan Nvidia

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 514,19 poin atau 1,34 persen ke 38,776,39, indeks Hang Seng menguat 38,68 poin atau 0,23 persen ke 16.541,78, indeks Shanghai menguat 13,79 poin atau 0,47 persen ke 2.964,75, dan indeks Straits Times melemah 6,89 poin atau 0,21 persen ke 3.210,22.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement