Sabtu 17 Feb 2024 08:17 WIB

Ritel Eropa Makin Kewalahan Tanggung Biaya Tinggi Akibat Serangan di Laut Merah

Perusahaan ritel Eropa mengandalkan pasokan dari pabrik di Cina dan Asia Tenggara.

Bendera Uni Eropa.
Foto: EPA
Bendera Uni Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Industri ritel Eropa mendesak Uni Eropa (UE) segera menyelesaikan persoalan di Laut Merah. Serangan Houthi sebagai solidaritas terhadap warga Gaza yang diserang Israel telah menyebabkan lalu lintas perdagangan terhambat. 

Serangan Houthi menyebabkan banyak perusahaan pengapalan memutuskan menunda pelayaran, mengubah rute yang lebih jauh dengan konsekuensi biaya membengkak, atau tetap melewati Laut Merah dengan menanggung biaya asuransi lebih tinggi. 

Baca Juga

Ongkos yang membengkak akhirnya berdampak pada harga barang yang dijual ke konsumen. Badan industri ritel Eropa, Eurocommerce melayangkan surat ke menteri luar negeri Belgia, Jumat (16/2/2024), menjelaskan krisis di Laut Merah berimbas masif pada bisnis mereka. 

Laut Merah ini menjadi penghubung Terusan Suez ke Laut Mediterania, sebagai jalur rantai pasok barang dari Asia ke Eropa. Serangan Houthi sejak November tahun lalu menyebabkan pula perubahan rute lebih panjang ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan. 

‘’Semakin lama kapal pengangkut dipaksa mengubah rute semakin merana pula bisnis dan konsumen menanggung lonjakan biaya. Ini menambah beban bagi masyarakat Eropa yang kini harus menghadapi biaya hidup yang tinggi,’’ ujar Eurocommerce dalam suratnya. 

Eurocommerce di antaranya beranggotakan supermarket raksasa seperti Ahold Delhaize, Carrefour, Lidl, M&S, dan Tesco. Selain itu ada juga perusahaan ritel pakaian seperti H&M, Inditex, dan Primark yang merasakan dampak buruk krisis di Laut Merah. 

Perusahaan ritel Eropa yang mengandalkan pasokan dari pabrik-pabrik di Cina dan Asia Tenggara terpaksa harus menerima penundaan pengiriman. Mereka juga menanggung tambahan biaya karena perubahan rute ke Tanjung Harapan. 

Perubahan rute ini menyebabkan perjalanan lebih lama yakni dua hingga tiga pekan, efek sampingnya adalah biaya untuk bahan bakar dan pekerja kapal juga ikut naik. Kacaunya alur perdagangan di Laut Merah dikhawatirkan membuat inflasi di Eropa berlangsung lebih lama. 

Konsumen Eropa saat ini berharap harga pangan dan sandang semakin murah. ‘’Dengan dampak besar ini pada bisnis ritel dan rantai pasok global, kami meminta upaya terkoordinasi dan intens dari UE dan negara anggota mengatasi situasi ini,’’ kata Eurocommerce.

Eurocommerce mendukung inisiatif UE melindungi kapal-kapal komersial dan menyerang Houthi. UE berencana melakukan misi bersama angkatan laut mereka bulan ini untuk mengawal keamanan di Laut Merah. 

 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement