Senin 12 Feb 2024 15:18 WIB

Kereta Cepat Angkut 92 Ribu Penumpang Selama Libur Panjang

Angka tersebut menunjukan kenaikan rata-rata mencapai 35 persen.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Penumpang kereta cepat antre memasuki gerbong di Stasun Kereta Cepat Padalarang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2024).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Penumpang kereta cepat antre memasuki gerbong di Stasun Kereta Cepat Padalarang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kereta Cepat Jakarta Bandung, Whoosh berhasil melayani 92 ribu penumpang selama libur panjang pada 7-11 Februari 2024. Angka tersebut menunjukan kenaikan rata-rata mencapai 35 persen dibanding pekan sebelumnya.

“Rata-rata volume mencapai 18 ribu penumpang per hari dengan puncaknya terjadi pada 8 Februari 2024 sebanyak 20 ribu penumpang,” kata General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa dalam pernyataan tertulisnya, Senin (12/2/2024). 

Baca Juga

Eva menuturkan mayoritas pada setiap jadwal pemberangkatan okupansi Whoosh pada musim liburan berkisar di antara 80-100 persen. Pada periode tersebut, KCIC mengoperasikan 208 perjalanan kereta cepat Whoosh dengan rincian 40 perjalanan reguler dan delapan perjalanan tambahan untuk mengakomodir peningkatan jumlah penumpang.

“Peningkatan ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang memanfaatkan libur Isra Mi'raj, Cuti Bersama, dan Hari Raya Imlek untuk berlibur baik di Bandung maupun di Jakarta,” ungkap Eva. 

Penumpang Kereta Cepat Whoosh didominasi oleh penumpang kelas premium economy sebanyak 93,4 persen dan sisanya merupakan penumpang first class dan business class. Rute favorit penumpang adalah Halim-Padalarang di mana 80 persen dari pengguna yang berangkat dari Halim turun di Stasiun Padalarang dan sebaliknya.

Eva menyatakan selama musim liburan seluruh pelayanan lancar tanpa hambatan. “Terima kasih telah memilih Whoosh sebagai moda transportasi liburan yang andal, cepat, nyaman, dan bebas macet. KCIC akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik," ujar Eva.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement