Senin 12 Feb 2024 13:37 WIB

Investor Asing Cenderung Melakukan Aksi Beli Bersih

IHSG naik 0,48 persen pada Pemilu 2019.

Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada perdagangan perdana di tahun 2024 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka mengalami penurunan sebesar 0,14 persen atau 5,4 poin ke level 7.266.
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada perdagangan perdana di tahun 2024 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka mengalami penurunan sebesar 0,14 persen atau 5,4 poin ke level 7.266.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Investment Banking MNC Sekuritas Hary Herdiyanto memastikan periode penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak akan mempengaruhi minat perusahaan untuk menggelar Initial Public Offerring (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Ini bukan pemilu pertama kali, so far kita punya historis yang selalu baik, selalu aman lancar dan kalau kita lihat tidak ada satu tren tertentu yang menunjukkan bahwa di tahun pemilu akan bearish," ujar Hary saat sesi doorstop di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Baca Juga

Secara historis, ia menyebut bahwa investor asing cenderung melakukan aksi beli bersih (net buy) dibandingkan aksi jual bersih (net sell) pada tahun- tahun pemilu sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu menguat pada tahun- tahun Pemilu sebelumnya, IHSG tercatat naik 8,30 persen pada Pemilu 2009, IHSG menguat 2,54 persen pada Pemilu 2014, dan IHSG naik 0,48 persen pada Pemilu 2019.

 

"Bahkan, di historical kalau kita perhatikan asing itu di tahun- tahun pemilu itu masih net buy, tidak exit, makannya kita cukup confident lah," ujar Hary.

Dalam kesempatan ini, Hary mengungkapkan bahwa MNC Sekuritas telah mengantarkan sebanyak perusahaan untuk menggelar IPO di pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini.

"Tahun ini emiten ketiga bahkan, dan rencana mungkin masih ada 5 lagi untuk pipeline (antrean)," ujar Hary.

Ia menjelaskan, perusahaan yang didampingi pihaknya untuk menggelar IPO, terdiri dari berbagai sektor, diantaranya sektor chemical industry, application e-commerce, furniture, hingga food & beverages (F&B).

"Multisektor kebetulan, sebagai contoh tiga ini berbeda- beda, yang pertama itu chemical, kemarin application e-commerce, yang sekarang furnitur, yang besok akan listing hari Kamis (15/02) F&B resto," ujar Hary.

Sementara itu, BEI mencatat sebanyak 24 perusahaan berada dalam pipeline untuk menggelar IPO di pasar modal Indonesia per 7 Februari 2024. Dari 24 perusahaan itu, diantaranya sebanyak empat perusahaan dengan skala besar, kemudian 17 perusahaan dengan skala menengah, dan sisanya tiga perusahaan dengan skala kecil.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement