Senin 12 Feb 2024 07:15 WIB

Pemilu Sebentar Lagi, Cek 3 Rekomendasi Saham Pekan Ini

Pakar sebut terdapat tiga sentimen yang wajib diperhatikan para trader

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada perdagangan perdana di tahun 2024 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka mengalami penurunan sebesar 0,14 persen atau 5,4 poin ke level 7.266.
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada perdagangan perdana di tahun 2024 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka mengalami penurunan sebesar 0,14 persen atau 5,4 poin ke level 7.266.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilihan umum (pemilu) akan segera dilakukan pekan ini pada  14 Februari 2024. Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani merekomendasikan sejumlah saham yang bisa ditransaksikan. 

“Kami merekomendasikan tiga saham untuk trading selama 4 hari perdagangan pada minggu ini karena ada libur Pemilu 2024 yakni buy on breakout BRIS (Support: 2.290, Resistance: 2.700), buy on pullback ERAA (Support: 430, Resistance: 488), dan buy BMRI (Support: 6.850, Resistance: 7.150),” kata Dimas dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (11/2/2024) malam. 

Dia menjelaskan rekomendasi tersebut juga dibuat berdasarkan sejumlah sentimen. Dimas menyebutkan terdapat tiga sentimen yang wajib diperhatikan para trader yakni Pemilu 2024 Indonesia, inflasi inti tahunan Amerika Serikat, dan musim laporan keuangan 2023. 

Terkait sentimen Pemilu 2024 Indonesia, Indonesia akan melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pemilu serentak pada pekan ini. Dia menuturkan, hasil dari pemilu tersebut akan berpengaruh terhadap pergerakan pasar saham. 

“Apabila pemilu berjalan dengan aman dan kondusif maka akan berpengaruh positif terhadap IHSG,” tutur Dimas. 

Lalu selanjutnya pada Selasa mendatang AS akan merilis data inflasi inti tahunan untuk Januari 2024. Berdasarkan konsensus, inflasi inti AS akan berada di level 3,8 persen dimana pada bulan sebelumnya inflasi inti AS tercatat di level 3,9 persen. 

Selama ini menjadi indikator ekonomi yakni inflasi AS selalu menjadi faktor penggerak pasar keuangan global. Dia menyebut, apabila indikator inflasi inti AS menunjukkan arah yang baik yakni target inflasi The Fed pada 2024 yaitu sebesar dua persen maka akan berkorelasi positif juga untuk indeks saham global.

Sementara terkait sentimen musim laporan keuangan 2023, pada Februari sudah memasuki musim laporan kinerja untuk setahun penuh 2023 para emiten yang ada di IHSG. Seperti diketahui BBCA, BBRI, dan BMRI sudah melaporkan kinerjanya untuk 2023 dan semuanya mencatatkan pertumbuhan laba secara tahunan.

"Tinggal BBNI dari keempat bank besar yang ada di Indonesia yang belum melaporkan laporan kinerjanya untuk tahun 2023 dan ada beberapa emiten lain yang masuk ke dalam top 10 market cap yang juga belum melaporkan kinerjanya 2023 seperti, TLKM, ASII, ICBP. Tentunya kinerja emiten-emiten tersebut akan berpengaruh terhadap harga sahamnya dan IHSG,” jelas Dimas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement