Kamis 01 Feb 2024 17:09 WIB

Nilai Tukar Petani Januari 2024 Naik 0,43 Persen

NTP naik karena indeks harga yang diterima petani naik 0,6 persen.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Hasil panen padi secara tradisional oleh petani di persawahan kawasan Minggir, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/12/2023). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah petani Indonesia sejak 2013 terus mengalami penurunan. Dari 31 juta petani pada 2013 hingga saat ini 29,3 juta petani, bahkan kondisinya didominasi oleh petani usia tua.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Hasil panen padi secara tradisional oleh petani di persawahan kawasan Minggir, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/12/2023). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah petani Indonesia sejak 2013 terus mengalami penurunan. Dari 31 juta petani pada 2013 hingga saat ini 29,3 juta petani, bahkan kondisinya didominasi oleh petani usia tua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Januari 2024 mengalami peningkatan. NTP nasional Januari 2024 tercatat sebesar 118,27 atau naik 0,43 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya.

"Kenaikan NTP karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,69 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,26 persen," kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Kamis (1/2/2024).

Baca Juga

Menurut Amalia, kenaikan indeks harga yang diterima petani pada Januari 2024 disebabkan oleh naiknya It di dua subsektor pertanian. Keduanya yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 1,92 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,95 persen.

Sementara itu, kenaikan indeks harga yang diterima petani pada tiga subsektor lainnya mengalami penurunan. Ketiganya yakni yaitu subsektor tanaman hortikultura sebesar 4,14 persen, subsektor peternakan sebesar 0,13 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,70 persen.

 

Dia menjelaskan, Januari 2024, NTP Provinsi Sulawesi Utara mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2,69 persen dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Utara mengalami penurunan terbesar mencapai 1,05 persen dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Amalia menambahkan, pada Januari 2024 terjadi kenaikan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,20 persen. "Ini utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran," ucap Amalia.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2024 sebesar 120,03. Angka tersebut naik 0,28 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

"Hal ini terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,69 persen yang lebih tinggi dibandingan kenaikan indeks BPPBM sebesar 0,41 persen," ujar Amalia.

Dia mengatakan, subsektor tanaman pangan dan subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan NTUP. Sementara itu, subsektor tanaman hortikultura, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan mengalami penurunan NTUP. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement