Ahad 10 Dec 2023 17:52 WIB

Kemenag akan Dirikan Widyalaya, Pendidikan Khusus Umat Hindu Seperti Madrasah

Widyalaya memiliki jenjang pendidikan setingkat TK hingga SMA.

Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija
Foto: Dok Republika
Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) tengah memproses berdirinya satuan pendidikan umum berciri khas keagamaan Hindu bernama Widyalaya. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kementerian Agama RI Prof. I Nengah Duija menjelaskan, Widyalaya merupakan satuan pendidikan yang sejenis Madrasah bagi umat Hindu yang nantinya akan ada dari jenjang TK hingga SMA.

"Di Widyalaya ini bisa disebut jenjang Pratama, Adi, Madya dan Utama. Ini sudah dibuatkan Peraturan Menteri Agama (PMA) tinggal nunggu harmonisasi dengan Menkumham,” kata dia di acara Media Gathering Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI di Bogor, Jumat (8/12/2023) malam.

Selain menjadi program prioritas Ditjen Bimas Hindu Kemenag, Widyalaya juga menjadi legacy Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam bidang pendidikan. “Mudah-mudahan tahun ini selesai, sehingga kami punya sekolah keagamaan yang sejenis Madrasah dari tingkat TK sampai SMA,” harap Prof Duija.

Dalam bidang pendidikan, legacy Menag Yaqut melalui Ditjen Bimas Hindu lainnya yaitu peningkatan status dan penegerian di Perguruan Tinggi Hindu, yaitu Status Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja menjadi Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Status IAHN Tampung Penyang menjadi Universitas Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya, dan Penegerian Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) Klaten Jawa Tengah menjadi Sekolah Tinggi Hindu Negeri Jawa Dwipa.  

“Adanya peningkatan status dan penegerian Perguruan Tinggi Hindu ini saya kira adalah legacy yang luar biasa dari Gus Menteri,” katanya.

Duija menyebut pada 2023 pengusulan kenaikan pangkat dari Lektor ke Lektor Kepala dan Guru Besar meningkat. Dia berkata, dalam tiga bulan terakhir telah lahir 16 guru besar dari Kemenag. Dalam kaitannya dengan pengembangan SDM Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKHN), enam orang lolos program beasiswa LPDP tahun 2023.

"Ada enam orang yang menempuh pendidikan S3, 4 di antaranya belajar di luar negeri dan dua lainnya di dalam negeri,” katanya.

Ia berharap program legacy dari Gus Yaqut dapat tuntas dirasakan umat Hindu seluruh Nusantara pada 2024, khususnya terkait Pendidikan Umum berciri khas Keagamaan Hindu atau Widyalaya dari jenjang TK hingga SMA/SMK. "Demikian juga alih status dan peningkatan status PTKHN. Semua ini legacy monumental untuk umat Hindu di masa kini dan masa depan,” ucap Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement