Rabu 29 Nov 2023 13:24 WIB

Istri Kepala Badan Intelijen Militer Ukraina Diracun

Kepala Badan Intelijen Ukraina telah 10 kali menjadi target percobaan pembunuhan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Racun (ilustrasi)
Foto: www.azbigmedia.com
Racun (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV – Istri Kepala Badan Intelijen Militer Ukraina (GUR) Kyrylo Budanov, Marianna Budanova, diduga telah diracun menggunakan bahan logam berat. Saat ini dia tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Ya, saya bisa mengonfirmasi informasi itu. Sayangnya, hal itu benar,” kata Juru Bicara GUR Andriy Yusov ketika dikonfirmasi Reuters mengenai kabar peracunan terhadap Budanova yang sudah terlebih dulu diberitakan media-media Ukraina, Selasa (28/11/2023). 

Baca Juga

Media Ukraina, Ukrainska Pravda, mengutip keterangan beberapa sumber, mengungkapkan, proses peracunan terhadap Budanova kemungkinan besar dilakukan melalui makanan. “Istri Budanov bertubuh mungil dan ringan, sehingga gejalanya cepat muncul. Beberapa karyawan (GUR) lainnya juga diracun. Mereka memiliki tubuh yang lebih besar dan tidak melihat tanda apa pun. Mereka sekarang menerima perawatan,” ujar Ukrainska Pravda.

Sementara itu, situs berita Ukraina lainnya, Babel, mengungkapkan, unsur logam berat yang digunakan untuk melakukan peracunan terhadap Budanova tidak ditemukan di kehidupan sipil atau militer. “Ini adalah upaya yang disengaja,” ujar seorang sumber yang dikutip Babel.

Belum diketahui secara pasti kapan tepatnya peracunan terhadap Budanova dan beberapa staf GUR terjadi. GUR masih enggan berspekulasi tentang siapa yang kemungkinan mendalangi aksi tersebut. Budanov juga belum memberikan komentar terkait kejadian yang menimpa istrinya. 

Budanova, yang merupakan seorang psikolog dan ajudan Wali Kota Kiev Vitali Klitschko, diyakini tinggal bersama suaminya Kyrylo Budanov di markas besar GUR. Pada Agustus lalu Budanov sempat menyampaikan bahwa dia selalu bersama istrinya demi alasan keamanan.

Budanov sendiri telah 10 kali menjadi target percobaan pembunuhan yang gagal. Salah satu upaya pembunuhan terhadapnya adalah dengan pemboman mobil. Sebagai pejabat intelijen yang dipandang sukses di Ukraina, Budanov cukup dibenci oleh Rusia. Pada April lalu, pengadilan Rusia menangkap Budanov secara in absentia atas tuduhan terorisme.

Selama hampir satu dekade, Budanov, yang kini berusia 37 tahun, telah melawan Rusia dengan berbagai cara. Pada 2014, dia berpartisipasi dalam “operasi anti-teroris” di bagian timur Ukraina setelah Rusia melakukan pengambilalihan diam-diam di wilayah tersebut. Dia dilaporkan terluka tiga kali, satu di antaranya dengan kondisi serius. 

Pada 2020, Budanov diangkat menjadi wakil direktur badan intelijen luar negeri Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kemudian menunjuknya untuk mengisi posisi kepala GUR. Awal tahun ini, sempat beredar rumor bahwa Budanov akan didapuk menjadi menteri pertahanan Ukraina.

Rumor tersebut tak terbukti. Namun, pada September lalu, Budanov dipromosikan menjadi letnan jenderal. 

 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement