Senin 27 Nov 2023 20:08 WIB

Ramai Kosmetik Pro Zionis, Wardah Pastikan Boikot Bahan Baku Terkait Israel

Produk ParagonCorp tidak menggunakan bahan baku impor yang berasal dari Israel

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Lida Puspaningtyas
Wardah meluncurkan signature series Wardah Hydra Rose untuk mengatasi masalah kulit kering dan dehidrasi, Sabtu (3/10).
Foto: Tangkapan layar
Wardah meluncurkan signature series Wardah Hydra Rose untuk mengatasi masalah kulit kering dan dehidrasi, Sabtu (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Brand skincare Wardah secara tegas menyatakan dukungan dan keberpihakannya terhadap Palestina salah satunya adalah memboikot semua bahan baku yang berafiliasi dengan Israel. Mereka berkomitmen untuk mendukung kemanusiaan dan berdiri bersama Palestina.

"Produk ParagonCorp tidak menggunakan bahan baku impor yang berasal dari Israel," tegas EVP dan Chief Administration Officer Paragon Miftahuddin Amin kepada Republika, Senin (27/11/2023).

Baca Juga

Tidak hanya memberikan dukungan, Wardah bersama BAZNAS, Kitabisa, dan FOZ mengirimkan kebutuhan dasar sebagai wujud kepedulian Wardah terhadap kebutuhan saudara-saudara di Palestina. Miftahuddin menegaskan, pemberian bantuan tersebut semata untuk mendukung aksi sosial kemanusiaan, seperti halnya dukungan serupa yang diberikan sebelumnya di tahun 2015 dan 2021. Ia tidak terlalu memusingkan apakah bentuk dukungannya terhadap Palestina menambah pengguna brand kosmetik halal tersebut

"Terlepas dari ada atau tidak  dampaknya terhadap peningkatan konsumen Wardah, pemberian bantuan ini merupakan wujud dari tujuan perusahaan yakni menyebar kebermanfaatan," ujarnya.

 

Puan (31) mengaku kembali menggunakan produk Wardah, setelah sebelumnya ia menjadi pengguna beberapa brand kosmetik luar negeri yang diduga berafiliasi dengan Israel. Menurutnya, memboikot produk Israel menjadi salah satu cara yang bisa ia lakukan untuk saat ini.

"Saya kembali lagi menggunakan Wardah, dan kualitas Wardah pun tak jauh berbeda kok, untuk apa saya gunakan produk yang pro Israel," tegas Puan.

Hal senada disampaikan Aisyah (25), menurutnya saat ini ia lebih teliti untuk membeli brand kosmetik. Menurutnya, alternatif yang ia lakukan adalah dengan menggunakan brand lokal yang sebagian besar memang mendukung Palestina.

Sebelumnya, Group CEO ParagonCorp, Harman Subakat, menyampaikan harapannya terkait bantuan yang diberikan Paragon untuk Palestina. Dengan dasar solidaritas kemanusiaan, Paragon turut memberikan bantuan kepada warga Palestina bersama pemerintah Republik Indonesia. 

"Kami berharap bantuan ini dapat mencapai mereka yang membutuhkan, terutama di Gaza yang tengah mengalami kondisi darurat. Semoga bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga Palestina," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (8/11/2023).

Untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ini, ParagonCorp menjalin kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Forum Zakat (FOZ), dan KitaBisa.com. Bantuan ini mencakup makanan, obat-obatan, selimut, pakaian, dan kebutuhan mendesak lainnya. Selain itu, ParagonCorp juga mengirimkan 4.500 shampoo Wardah dan 5.000 sabun dari brand Biodef, Kahf, dan Laboré sebagai bagian dari paket kebersihan.

Inisiatif bantuan ini bukan yang pertama kalinya bagi ParagonCorp, yang sebelumnya telah memberikan bantuan serupa pada tahun 2015 dan 2021. Pada waktu itu, perusahaan ini mengirimkan bantuan berupa fasilitas pendidikan dan kebutuhan medis kepada warga Palestina. 

"ParagonCorp selalu mendukung aksi sosial kemanusiaan, baik di Indonesia maupun di dunia. Ini sejalan dengan misi perusahaan kami untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam membantu warga Palestina," ujar Herman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement