Selasa 21 Nov 2023 19:14 WIB

RS Indonesia Diserang, Ketua LDNU: Pemerintah Harus Dorong Sanksi Tegas Zionis Israel

LDNU mendorong dunia internasional sanksi zionis Israel

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina.  LDNU mendorong dunia internasional sanksi zionis Israel
Foto: (ANTARA/HO-MER-C/pri.)
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. LDNU mendorong dunia internasional sanksi zionis Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB agar memberikan sanksi tegas terhadap Israel.

Hal ini disampaikan menyusul penyerangan brutal Israel ke Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza sejak Senin (20/11/2023) pagi waktu setempat. 

Baca Juga

 

Menurut Gus Aab, pemerintah Indonesia harus terus berupaya memainkan perannya sebagai anggota PBB untuk menyuarakan ketidakadilan yang terjadi dalam konflik Israel-Palestina. Walaupun, kata dia, sampai saat ini Israel tetap tidak pernah mengindahkan desakan-desakan untuk melakukan gencatan senjata.  

"Sehingga Indonesia harus mendorong bukan pada diplomasi dengan Israelnya saja kalau itu sudah dinyatakan mentok dan tidak diperhatikan, tapi mendorong kepada PBB bersama dengan negara lain untuk memberikan sanksi tegas kepada Israel," ujar Gus Aab saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (21/11/2023).  

 Dia mengatakan, pemerintah Indonesia harus mendorong adanya sanksi tegas karena yang diserang Israel kali ini adalah objek-objek vital yang digunakan untuk kepentingan kemanusiaan.  

 "Jadi bukan hanya meminta terjadinya gencatan senjata agar supaya ada perdamaian, karena sekarang objek vital masyarakat atau pemerintah Indonesia yang ada di sana, yang memang tujuannya tidak lain adalah kemanusiaan, itu pun juga dirusak," ucap Gus Aab. 

"Berarti kan mereka ingin menghambat adanya bantuan-bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh negara-negara lain kepada Palestina, termasuk Indonesia sebagai negara yang merupakan penduduk Muslim mayoritas di dunia ini," kata Gus Aab.  

 Untuk diketahui, Rumah Sakit Indonesia yang terletak di utara Gaza menjadi sasaran pengeboman dan serangan pasukan penjajah Israel (IDF) sejak Senin (19/11/2023) pagi waktu setempat. Serangan yang berlanjut hingga siang hari itu menewaskan 12 orang termasuk dokter dan pasien.  

Baca juga: Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

 

 

Aljazirah melaporkan, staf di salah satu rumah sakit terbesar di Gaza utara itu meminta bantuan mendesak dari PBB dan Palang Merah setelah pasukan Israel mengepung fasilitas medis tersebut dan membombardir daerah tersebut. Tim medis mengatakan bahwa rumah sakit tersebut menjadi sasaran dalam semalam tanpa peringatan sebelumnya.  

 Sebelumnya, salah satu koresponden Aljazirah di Gaza, Safwat al-Kahout, mengatakan sepertinya pasukan Israel akan mengulangi apa yang terjadi di RS al-Shifa dan juga akan menduduki RS Indonesia. 

 Listrik di rumah sakit tersebut padam setelah generatornya terkena serangan, sehingga memaksa petugas medis untuk mengoperasi pasien sambil menggunakan lampu dari ponsel, bahkan ketika pemboman terus berlanjut. 

photo
Sebulan Genosida di Gaza - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement