Jumat 17 Nov 2023 15:16 WIB

Presiden Xi Jinping: China akan Terus Berorientasi kepada Pasar

Xi menyebut kebijakan China lebih ramah terhadap investor dan izin tinggal WNA.

Presiden China Xi Jinping di forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di San Francisco, Kamis (16/11/2023).
Foto: AP Photo/Jeff Chiu
Presiden China Xi Jinping di forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di San Francisco, Kamis (16/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden China Xi Jinping menyebut China akan terus berorientasi kepada pasar, terlepas dari situasi internasional yang terjadi.

"Tidak peduli bagaimana situasi internasional berkembang, tekad China untuk mendorong lingkungan bisnis yang berorientasi pasar, berbasis hukum, dan berkelas dunia tidak akan berubah," kata Presiden Xi di hadapan para pebisnis dalam APEC CEO Summit yang digelar di Main Ballroom, Moscone West, San Francisco, Amerika Serikat pada Kamis (16/11/2023) waktu setempat.

Baca Juga

Dalam APEC CEO Summit tersebut hadir, antara lain, CEO ExxonMobil Darren Woods, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Pfizer Albert Bourla, CEO Uber Dara Khosrowshahi, Executive Chairman VISA Alfred F Kelly, Chairman CEO Organon Kevin Ali, Presiden NCAPEC Monica Hardy Whaley, dan para pebisnis lainnya.

"Kebijakan kami dalam memberikan layanan yang setara dan berkualitas kepada investor asing tidak akan berubah. Kami akan terus memperbaiki mekanisme perlindungan hak dan kepentingan investor asing, memperpendek daftar negatif investasi asing, memastikan perlakuan yang sama bagi investor asing dan terus memperkuat perlindungan hak cipta," kata Xi.

 

Xi menyebut China akan berupaya menghilangkan hambatan dalam berinovasi, memperdalam ekonomi digital, dan mendorong aliran data yang bebas dan teratur sesuai dengan hukum. China juga akan mengambil langkah-langkah yang lebih 'bersahabat' seperti memperbaiki kebijakan masuk dan tinggal warga negara asing di China dan menghilangkan hambatan dalam bidang keuangan, medis, pembayaran elektronik, dan layanan lainnya.

"Semua ini dirancang untuk memudahkan perusahaan asing berinvestasi dan beroperasi di China," kata Xi.

Tahun ini, kata Xi, perekonomian China terus pulih dan berubah menjadi lebih baik. Tingkat pertumbuhan ekonomi juga termasuk yang tertinggi di antara negara-negara besar di dunia.

Xi mengungkapkan, China tetap menjadi mesin pertumbuhan global yang paling kuat, dan akan menghasilkan sepertiga pertumbuhan global tahun ini. Seperti yang dikatakan beberapa pemimpin komunitas bisnis, China telah menjadi sinonim dari tujuan investasi terbaik, dan 'China berikutnya' tetaplah China.

"Kami mengundang rekan-rekan dari komunitas bisnis di seluruh dunia untuk berinvestasi dan memperdalam bisnis Anda di China," ujarnya.

 

 

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement