Senin 13 Nov 2023 20:49 WIB

Ini Jurus Pertamina Jaga Keamanan Energi Nasional

Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada impor dengan mendiversifikasi energi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati
Foto: Dok. Pertamina
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama & CEO PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyampaikan upaya yang perlu dilakukan dalam menjaga keamanan energi nasional.

Nicke, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/11/2023), menyebutkan, beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mencapai keamanan energi, seperti ketergantungan pada bahan bakar fosil, penurunan produksi minyak, dan peningkatan terus menerus dalam permintaan energi nasional.

Baca Juga

Keamanan energi merupakan prioritas utama bagi Indonesia. "Oleh karena itu kita perlu mengurangi ketergantungan pada impor dengan mendiversifikasi energi, mengoptimalkan sumber daya energi lokal sambil memperluas akses ke sumber energi yang lebih bersih," ujar Nicke.

Indonesia, menurut Nicke, adalah jalur strategis untuk rantai pasokan global dalam transisi energi karena kaya akan sumber energi terbarukan dan bahan-bahan penting yang dibutuhkan untuk transisi energi, seperti nikel, bauksit, tembaga.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi untuk energi baru dan terbarukan (EBT), solusi berbasis alam (NBS), dan carbon capture utilization and storage (CCUS).

Dalam memanfaatkan potensi penting Indonesia, terang Nicke, Pertamina memainkan tiga peran penting dalam membentuk lanskap energi. Pertama, memastikan ketahanan energi Indonesia dengan meningkatkan kapasitas pasokan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kedua, memobilisasi sumber daya domestik untuk mengurangi defisit perdagangan minyak dan gas dengan meningkatkan penggunaan sumber energi domestik. Ketiga, melakukan dekarbonisasi, efisiensi energi, dan transisi energi, dengan target Emisi Net Zero (NZE).

Namun, Nicke mencatat bahwa Indonesia masih menghadapi hambatan dalam mempercepat transisi energi, seperti akses ke pembiayaan yang kompetitif, kemajuan teknologi, pendanaan tahap awal, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

"Oleh karena itu, untuk benar-benar berhasil dalam transisi energi ini, kita menyadari pentingnya dukungan yang tepat dan dorongan melalui kemitraan strategis. Saya percaya bahwa bisnis berkelanjutan dibangun melalui kekuatan kolaborasi dan kemitraan," ucap Nicke.

Diketahui, Pertamina menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan energi dari Tiongkok yaitu Sinopec di mana salah satu cakupan kerja sama keduanya adalah mengeksplorasi potensi dalam pengembangan EBT seperti energi panas bumi, hidrogen, dan tenaga surya.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement