Senin 13 Nov 2023 17:21 WIB

BI Sebut Inflasi 2023 Masih Terkendali, tapi 2024 Bisa Meningkat

Inflasi pada 2024 masih tetap terkendali dalam kisaran atau target BI.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Foto: Republika/Prayogi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memproyeksikan imflasi pada tahun depan masih terkendali. Hanya saja, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ada sejumlah kondisi yang berpotensi bisa meningkatkan inflasi pada 2024.

"Kami perkirakan tahun depan (inflasi) juga masih terkendali meski agak sedikit menigkat karena memang harga energi dan pangan global," kata Perry dalam raker dengan Komisi XI DPR, Senin (13/11/2023).

Baca Juga

Meskipun begitu, Perry menegaskan inflasi pada 2024 masih tetap terkendali dalam kisaran atau target BI. Dia mengatakan, inflasi pada 2024 masih akan berkisar pada 2,5 plus minus satu persen atau angkanya bisa menyentuh 3,2 persen.

Perry menambahkan, inflasi pada tahun ini dipastikan turun dan terkendali lebih cepat dari yang diperkurakan. "Sekarang pada kuartal III 2023 ini, inflasi pada data terakhir 2,28 persen dan secara keseluruhan 2,56 persen pada kuartal IV. Sehingga ini terkendali dalam sasaran tiga plus minus satu persen," jelas Perry.

 

Untuk itu, Perry memastikan kebijakan moneter suku bunga akan mendukung terkendalinya inflasi. Selain itu juga mendukung pengendalian inflasi pangan melalui 46 kantor cabang BI di daerah.

Perang Israel dan Palestina yang memanas kembali akhir-akhir ini membuat krisis lonjakan harga minyak dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan dampak inflasi dari meroketnya harga minyak global akan segera terlihat.

"Oleh karenanya bulan-bulan ke depan kemungkinan inflasi akibat situasi global mungkin akan dapat terlihat," kata Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Rabu (1/11/2023).

Meskipun begitu, Pudji menuturkan, dampak tersebut juga tergantung pada antisipasi pemerintah. Menurutnya, upaya pemerintah dapat meminimalisir dampak paling besar yang bisa dialami terutama di Indonesia.

"Tapi hal ini akan tergantung pada bagaimana pemerintah mengambil langkah pencegahannya," ucap Pudji.

BPS juga mencatat sejumlah peristiwa yang berpengaruh terhadap inflasi Oktober 2023. Salah satunya yakni penyesuaian suku bunga dan harga BBM nonsubsidi pada Oktober 2023.

"Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dexlite, dan Pertamina Dex yang naik sekitar 4-6 persen," jelas Pudji.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement