Jumat 10 Nov 2023 00:55 WIB

Pentingnya Dana Darurat Kala Dunia Sedang Bergejolak

Deposito menjadi salah satu pilihan yang paling aman untuk menyimpan dana darurat.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Lida Puspaningtyas
Dana darurat penting diisi penuh saat dunia sedang bergejolak.
Foto: Ideal
Dana darurat penting diisi penuh saat dunia sedang bergejolak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinamika global masih diterpa ketidakpastian. Belum usai konflik antara Rusia-Ukraina, dunia kembali mengalami turbulensi. Agresi Israel ke Palestina memicu ketegangan di wilayah Timur Tengah.

Data International Monetary Fund (IMF) bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi global bisa melambat menjadi 2,9 persen pada 2024 dari perkiraan sebelumnya di angka 3 persen. Pada kuartal III 2023, IMF melaporkan bahwa, ada semacam pesimisme karena tekanan inflasi tetap ada dan pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan atau bahkan menurun akibat ketidakpastian global

Baca Juga

Perencana Keuangan dan Head Investment & Operation PINA Rista Zwestika mengatakan, dana darurat menjadi langkah penting antisipasi dari kondisi perekonomian global yang semakin tidak menentu. Ia pun mengingatkan untuk selalu memiliki dana darurat yang mencukupi untuk mengatasi keadaan darurat atau ketidakpastian finansial mendadak.

"Ini memberikan perlindungan dan memungkinkan Anda untuk tidak terburu-buru menjual investasi Anda ketika pasar tidak stabil," ujar Rista kepada Republika, Kamis (9/11/2023).

 

Dana darurat, lanjut Rista, pada dasarnya adalah tabungan yang hanya digunakan saat dana darurat. Sehingga lebih baik pilih jenis tabungan yang memiliki likuiditas tinggi atau mudah dicairkan.

Menurut Rista, dari sejumlah instrumen yang ada, deposito menjadi salah satu pilihan yang paling aman untuk menyimpan dana darurat. Karena, di tengah situasi ekonomi yang melambat dan pergerakan pasar cenderung tidak stabil, akan lebih baik jika kita mengamankan nilai aset dengan investasi rendah risiko seperti deposito.

Sebelum membuat tabungan dana darurat, tahapannya adalah membuat rencana pengeluaran. Dengan kata lain pemasukan dan pengeluaran setiap bulan.Membuat perencanaan keuangan, pada dasarnya memiliki prinsip sama, yaitu membuat skala prioritas. Kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, listri dan lain-lain harus menjadi priorotas pertama.

Kedua, bayar hutang cicilan jika ada, di mana cicilan tidak boleh lebih dari 30 persen penghasilan. Setelah itu sisa dana bisa dialokasikan untuk dana darurat, dan terakhir jika masih ada sisa untk investasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement