Selasa 07 Nov 2023 08:39 WIB

PLN Kebut Pemasangan Meteran AMI di Delapan Provinsi

Penerapan smart meter AMI dukung penggunaan daya pelanggan semakin akurat.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo optimistis penerapan smart meter AMI ini akan mampu meningkatkan mutu pelayanan PLN kepada pelanggan dengan manajemen yang lebih efisien dan responsif.
Foto: Dok. PLN
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo optimistis penerapan smart meter AMI ini akan mampu meningkatkan mutu pelayanan PLN kepada pelanggan dengan manajemen yang lebih efisien dan responsif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) terus mengakselerasi penerapan smart meter berbasis Advanced Metering Infrastructure (AMI) agar pengukuran penggunaan daya pelanggan semakin akurat dan layanan lebih optimal. Menggandeng State Grid Corporation of China (SGCC), PLN telah berhasil merealisasikan pilot project implementasi smart meter AMI yang mencapai 93,54 persen dari total 1,2 juta di delapan provinsi di Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo optimistis penerapan teknologi baru ini akan mampu meningkatkan mutu pelayanan PLN kepada pelanggan. Hal ini didukung dengan manajemen yang lebih efisien dan responsif.

Baca Juga

"Penerapan smart meter AMI akan memberikan banyak manfaat dalam peningkatan akurasi dan transparansi perhitungan KWH meter. Dengan sistem ini para pelanggan bisa mengetahui profil beban sekaligus tagihan listrik yang tengah berjalan," ungkap Darmawan, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/11/2023).

Selanjutnya, pelanggan juga bisa mengecek energi listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Dengan pola layanan juga lebih fleksibel karena pelanggan bebas memilih layanan pasca atau prabayar.

"Melalui smart meter berbasis AMI ini, pembacaan data meter bisa dilakukan secara real time dari jarak jauh sekali pun, sehingga tidak diperlukan lagi pembacaan meter ke lokasi. Begitu juga dengan pemutusan dan penyambungan listrik, tidak lagi memerlukan petugas untuk datang ke lokasi," lanjut Darmawan.

Darmawan menjelaskan, PLN dan SGCC bergerak cepat untuk mengimplementasikan teknologi baru ini. Tercatat sampai Oktober ini, _smart meter AMI_ telah diterapkan di delapan provinsi tersebut yakni: Sumatera Utara sebanyak 41.821 (100 persen), Banten 138.733 (100 persen), Jakarta Raya 175.100 (100 persen), Jawa Barat 126.926 (100 persen), Jawa Tengah 52.071 (100 persen), Jawa Timur 81.750 (100 persen), Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat 55.501 (100 persen). Adapun implementasi di Provinsi Bali sebanyak 476.422 atau 86.88 persen.

”Hanya dalam waktu empat bulan PLN telah berhasil mengganti lebih dari 1 juta Kwh smart meter untuk pelanggan kami. Jadi awalnya saya tidak menyangka progres 1,2 juta smart meter di delapan provinsi akan selesai tahun ini,” paparnya.

Darmawan juga mengatakan, kolaborasi bersama SGCC juga dalam rangka mengakselerasi pemanfaatan EBT di tanah air hingga 75 persen pada 2040. Dalam hal ini, tantangan terbesar PLN adalah bagaimana mengoptimalkan dan mengevakuasi seluruh potensi EBT yang tersebar dan menyalurkannya ke pusat demand. Oleh sebab itu, pihaknya tengah mengupayakan pembangunan smart grid untuk menyiasati masuknya listrik EBT yang mayoritas bersifat intermiten.

"Keberhasilan implementasi proyek percontohan smart meter ini menjadi landasan kami melangkah lebih jauh. Melanjutkannya dengan membangun smart grid, mendigitalisasi sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi kami,” kata Darmawan.

Executive Vice President of SGCC, Jin Wei mengungkapkan, proyek kerja sama implementasi smart meter yang dijalankan SGCC bersama PLN merupakan hal yang luar biasa. Pihaknya berterima kasih atas dukungan penuh dari PLN sehingga proyek ini berjalan lancar.

"Selama proses implementasi proyek smart meter AMI berskala besar pertama di Indonesia ini, SGCC dan PLN bersama-sama memecahkan masalah-masalah utama seperti kondisi instalasi yang rumit dan integrasi sistem informasi yang dikembangkan. Sekitar 6 bulan lamanya kami habiskan untuk memasang stasiun utama, debugging integrasi sistem, hingga pengembangan dan pengujian," ungkapnya.

Jin Wei juga menegaskan bahwa SGCC akan terus berkolaborasi dengan PLN mendorong perekonomian dengan menjamin ketahanan energi. Ia yakin keberhasilan kerja sama proyek AMI akan membantu kedua perusahaan bersama-sama meningkatkan manajemen dan layanan, mendorong transformasi energi rendah karbon dan mendigitalisasi sistem kelistrikan.

"Kerja sama ini mempunyai arti penting bagi SGCC dan PLN, serta meningkatkan kolaborasi di bidang energi dan ketenagalistrikan antara kedua negara. Keberhasilan proyek ini meletakkan dasar bagi kerja sama lebih lanjut di masa depan," kata Jin Wei. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement