Sabtu 04 Nov 2023 13:12 WIB

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Cs, Pertalite Kapan?

BBM RON 92 Pertamax kini dihargai Rp 13.400 per liter.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Sejumlah pengendara sepeda motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Riau, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah pengendara sepeda motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Riau, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) baru saja menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per 1 November 2023. Salah satunya BBM RON 92 Pertamax yang kini dihargai Rp 13.400 per liter dari sebelumnya yang sempat naik menjadi Rp 14.000 per liter. 

Hanya saja, penurunan BBM subsidi khususnya Pertalite tidak dilakukan dan masih tetap dibanderol Rp 10 ribu di seluruh wilayah Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan, pergerakan harga BBM nonsubsidi pada dasarnya akan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional. 

Baca Juga

Itu sebabnya, kenaikan harga minyak nonsubsidi beberapa waktu lalu tak dapat dihindari imbas naiknya harga minyak mentah dunia yang hampir menyentuh 100 dolar AS per barel. Seiring dengan penurunan harga minyak mentah saat ini, Pertamina lantas kembali menurunkan produk-produk nonsubsidinya. 

"Jadi BBM nonsubsidi itu bebas (sesuai pasar), mengikuti indeks harga minyak internasional. Minyak kan sempat 92 dolar AS, 96 dolar AS juga kan pernah ya, sekarang balik lagi 86 dolar AS, jadi fluktuasi," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11/2023). 

 

Hanya saja, khusus harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak serta-merta langsung mengalami penurunan harga ketika terjadi pelemahan harga minyak mentah. Sebaliknya, kenaikan harga minyak dunia tidak serta merta membuat harga Pertalite naik. 

Sebab, penetapan harga BBM bersubsidi tetap bergantung pada keputusan pemerintah. Di mana, salah satunya memperhitungkan kemampuan anggaran negara untuk menyuntikkan subsidi ke Pertamina. 

Arifin lantas mengatakan, untuk saat ini memang harga Pertalite tidak ikut turun. Ia pun belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait potensi penurunan harga Pertalite ke depannya. 

"Jadi ini (BBM nonsubsidi) turun-naiknya itu mengukuti fluktuasi harga minyak internasional, tapi yang BBM subsidi (harganya) tetap," kata dia.  

Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan, harga keekonomian Pertalite masih lebih mahal sekitar Rp 2.000 per liter dibandingkan harga jual saat ini. 

Itu artinya, harga asli Pertalite seharusnya berkisar Rp 12.000 per liter, sebab saat ini harga jual Pertalite yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 10.000 per liter. Dengan kondisi tersebut, pihaknya belum melihat adanya peluang penurunan harga Pertalite. 

"Kita belum melihat itu," kata Tutuka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement